GENERASI YESUS:

"APAKAH KITA MASIH DIRI KITA SENDIRI?"

‘Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah Tuhan, suku bangsa yang dipilih—Nya menjadi milik—Nya sendiri!” (Mazmur 33:12).

   Suatu malam gadis kecil kami, Kristin, sedang melakukan perbincangan yang-agak pantas direnungkan bersama ibunya. Pada usia 5 tahun ia masih memilah—mi1ah gambaran waktu “kemarin hari ini besok.” Kemudian saat Karen membawanya ke tempat tidur, dengan sedih Kris bertanya, "Ibu, sekarang sudah malam, apakah ini sudah bes0k?" Karen menjawab,?Tidak, Krissie, sekarang bukan besok." Tetapi sambil memandang dari bantalnya, ia menyelidik-1agi, "Kalau begitu sudah kemarin?" Tentu saja dalam logika seorang anak berusia 5 tahun, jika malam ini bukan hari ini, dan bukan besok, maka pastilah kemarin."‘Tidak, sayang, sekarang itu, hari ini." ."Kalau begitu kapan bisa dikatakan besok?" Yang dijawab Karen, "Ketika kita bangun di pagi hari, maka itu besok." Sejenak Kristin berpikir keras dan lama, dan kemudian dengan alis berkerenyut bingung, ia bertanya; Mama, apakah kita masih diri kita sendiri?"
   
   Anda mulai dengan diskusi filosofi tentang waktu dan diakhiri dengan debat tentang ontology-apakah kita masih diri kita sendiri? Nah, apakah begitu? Karena hampir 170 tahun orang-orang, diseLuruh negeri ini dan diseluruh dunia telah menyatakan kedatangan Kristus yang segera. “Besok sudah hampir tiba!” Umat pilihan telah mengerang. Hari ini hampir jadi kemarin, dan malam ini hampir jadi besok. Jadi sebelum malam ini menjadi kemarin waktunya bersedia! Kita tidak berani meninggalkan pengharapan yang terikat waktu itu. Lagipula, kata “dekat" sudah terjalin ke dalam percakapan bersama dari umat pilihan sejak semula. 

   Kamus mendefinisikannya sebagai satu peristiwa yang akan datang, bergantung di atas kepala seseorang, insidennya sudah di tangan, datang segera.“Akhir dari segala sesuatu sudah di tangan” (1 Petrus 4:7). seperti leluhur rohani kita, apakah kita masih menghubungkan "dekat" kepada kedatangan Yesus? Apakah kita masih diri kita sendiri? “ Beberapa orang berkata bahwa selama Yesus datang, tidak masalah jika itu akan segera atau tidak. Katakan itu kepada pasangan muda yang sedang jatuh cinta dan ingin sekali merobek lembaran kalender sampai hari pernikahan mereka yang penuh gemilang. “Segera" membuat semuanya berbeda di dunia! Dan pasti demikian bagi umat pilihan generasi ini juga. 
   
   Jika kita melepaskan esok hari, maka kita akan dengan cepat kehilangan hari ini. Sebuah tanda restoran cepat saji terbaca, "Terima kasih telah datang. Kembalilah segera." Itu adalah versi milenium ketiga dari doa terakhir Pewahyu, "Meskipun begitu, datanglah Tuhan Yesus." Bila itu telah menjadi doa kita sehari—hari, maka kita masih diri kita sendiri—generasi Yesus.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan