Doa bagi Orang Sakit

Bacalah Yak. 5:14, 15. Apakah elemen penting yang Yakobus gambarkan untuk mengurapi orang sakit, dan komponen spiritual apakah yang ditemukan dalam ayat—ayat ini?
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________

   Fakta bahwa orang sakit memanggil para penatua jemaat untuk datang dan mengurapi dia "dengan minyak dalam nama Tuhan" dan doa mengekspresikan kerinduan rohani setiap individu serta keyakinan kolektif bahwa campur tangan Ilahi diperlukan untuk sebuah penyembuhan (Mrk. 6:13). Referensi pengampunan dosa menunjukkan bahwa Allah tidak akan dalam arti ritual memulihkan Fisik seseorang yang tidak-merindukan kesembuhan spiritual juga.
 
   "Kepada mereka yang ingin berdoa agar kesehatannya pulih seharusnya dijelaskan bahwa pelanggaran terhadap hukum Allah, baik itu hukum ‘alam atau hukum rohani, adalah dosa, dan agar manusia menerima berkat—Nya maka dosa harus diakui dan ditinggalkan."—Ellen G White, Seri Membina, jld. 4, Hlm. 204 Memohon campur tangan Ilahi dan memanggil para penatua jemaat menunjukkan bahwa penyakit itu melumpuhkan dan, mungkin juga sangat mendesak untuk dilakukan dalam hubungannya dengan pememuan jemaat seeara teratur.
 
   "Dua kata Yunani yang berbeda digunakan bagi orang sakit di sini: Pertama (asthenéo dalam ayat 14) juga digunakan oleh Dorkas yang "sakit lalu meninggal" (Kis. 9:37); kedua (kamnéo dalam ayat 15) secara umum mengacu kepada pasien, tetapi itu juga digunakan bagi mereka yang sekarat dan, dalam konteks ini, tampaknya berarti amereka yang secara Fisik sudah tua atau kehabisan tenaga. Penyembuhan ajaib dapat terjadi sebagai jawaban "doa orang beriman," yang menyiratkan penyerahan kepada kehendak Allah (1 Yoh. 5:14).
 
    Sehingga referensi untuk "me:nyelamatkan" dan "membangkitkan" orang-sakit (bandingkan dengan "menyelamatkan... dari maut" dalam Yak. 5:20) tidak salah lagi menunjukkan kebangkitan yang melukiskan kesembuhan yang sempurna, waktu di mana "yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat mati’? (1Kor 5:54). 
 
   Banyak di antara kita sudah mengetahui upacara peminyakan, bahkan pernah terlibat di dalamnya, di mana orang sakit bukannya menjadi sembuh melainkan meninggal. Kemudian, mengapakah pengharapan kebangkitan, tersirat dalam ayat-ayat ini, adalah satu—satunya jaminan kita?
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan