Bersungut, Merintih, dan Bertumbuh

    Kapankah kedatangan kcdua kali itu? Mengapa kita masih di sini? Tidak mengherankan bahwa sekarang, di abad ke-2l., kita memiliki orang-orang yang bimbang, pengejek-pengejek. Dalam sejarah gereja, ini bukanlah hal yang baru. Bahaya paling mengancam bagi Israel sepanjang Sejarah. bukan dari musuh mereka tetapi dari dalam barisan mereka dan dari dalam hati meraka sendiri, Juga saat kedatangan Tuhan yang mendekat, Jauh lebih besar kekhawatiran dari dalam ketimbang dari luar... ketidakpercayaan. dimanjakan, keragu-raguan dinyatakan, kegelapan disenangi, mendorong hadirnya malaikat-malaikat jahat, serta membukakan jalan bagi tercapainya rencana-rencana Setan"—Ellen G. Whlte, Peristiwa-peristiwa Akhir Zaman, hlml 120.

    Itulah sebabnya Yakobus 5:9 mengamarkan kita, "Saudara-saudara; janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu." Apakah persungutan dan omelan menentang orang lain, atau bahkan melawan gereja, yang Anda miliki (dan terkadang karena alasan yang baik-juga)? Pertanyaannya adalah bagaimanakah Anda menanggulangi mereka? Dengan kelemahlembutan, kerendahan hati, dan pengampunan, sebagaimana Anda juga telah diampuni oleh Allah "(lihat Luk 7:39-50) atau dengan standar dunia? Jujurlah kepada diri Sendiri!
_________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________
    Dari apa yang sudah kita baca sebelumnya dalam surat ini, tampaknya ada tantangan yang serius di antara umat percaya, termasuk pilih kasih (Yak 2:1,9), prasangka jahat (2:4) iri hati (3:14), pertengkaran (4:1), dan keduniawian. (4:4, 13:14) Dengan konsisten Yakobus mengarahkan kita kepada solusi bagi masalah—masalah ini; Iman (Yak. 1:3, 6), Firman yang tertanam (Yak. 1 :21 ), melihat kepada "hukum yang memerdekakan (Yak; 1:25; 2:12),_ hati yang tidak terbagi, dan hikmat yang baik (Yak. 3:13, 1.7), kasih karunia (Yak. 4:8), tangan yang tahir dan hatl yang bersih (Yak 4:8) Ia juga menegaskan bahwa akan ada ekspresi .lahiriah sebagai hasil pckerjaan Allah dalam hati( Yak. 2:14-26), termasuk mengunjungi mereka yang menderita dan dilupakan (Yak. 1:27), menunjukan belas kasihan (Yak. 2:13), dan menabur kedamaian bukannya perselisihan.
 
  Pada akhirnya, kita bertanggung jawab kepada Allah; seorang yang kepada siapa kita bertanggung-jawab adalah Tuhan yang adalah Hakim dan yang memberikan kepada setiap orang menuntut perbuatannya.
   Sementara kita menunggu kedatangan Tuhan, cara positif apakah yang Anda gunakan untuk mendorong dan menguatkan orang lain? Mengapa penting bagi kita melakukannya?

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan