Ikhtiar Allah untuk Menyelamatkan Kita


Alkitab menunjukkan bahwa sesudah kejatuhan nenek moyang pertama kita, Aliahlah yang datang mencari mereka, bukan sebaliknya. Sebaliknya, pria dan wanita itu berupaya menyembunyikan diri dari hadirat Tuhan. Betapa suatu kiasan yang sangat kuat bagi umat manusia yang telah berdosa: Mereka menjauhi Dia yang datang mencari mereka, Satu-satunya yang dapat menyelamatkan mereka. Apa yang Adam dan Hawa lakukan di Eden, dan kecuali menyerah pada bujukan Roh Suci, manusia masih terus lakukan hal yang sama sekarang.

Untunglah, Allah tidak membuang nenek moyang pertama kita, juga tidak membuang kita. Sejak pertama kali Allah berseru "Di manakah engkau?" kepada Adam dan Hawa di Eden (Kej. 3:9) sampai sekarang, Ia masih memanggil kita. Ia, sesungguhnya, adalah misionaris yang pertama.

"Di dalam anugerah Anak-Nya yang tiada taranya itu, Allah telah membungkus seluruh dunia ini dengan satu suasana anugerah sama seperti udara yang berputar sekeliling dunia ini. Semua orang yang memilih menghirup udara yang memberikan kehidupan ini akan hidup bertumbuh menuju standar dalam Yesus Kristus, baik pria maupun wanita."- Ellen G. White, Kebahagiaan Sejati, hlm. 77.

Tentu, wahyu terbesar tentang kegiatan misionaris Allah dapat dilihat dalam penjelmaan dan pelayanan Yesus. Walaupun Yesus datang ke dunia ini untuk melakukan banyak hal— membinasakan Setan, menyatakan tabiat Bapa yang sebenarnya, membuktikan salahnya tuduhan-tuduhan Setan, menunjukkan bahwa Hukum Allah dapat ditaati-alasan utamanya datang ke dunia adalah untuk mati di salib menggantikan tempat manusia, untuk menyelamatkan kita dari akibat akhir dosa, yaitu maut.

Apakah yang setiap ayat ini ajarkan bagi kita tentang kematian Yesus? 
Yoh. 3:14, 15 ______
 
Yes. 53:4-6________

2 Kor. 5:21________
Oleh Allah "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat menjadi dosa karena kita." Itulah yang harus terjadi agar kita dijadikan "kebenaran Allah di dalam Dia." Gagasan ini disebut "pertukaran agung," Yesus menanggung dosa dan penderitaan kita sebagai seorang berdosa supaya kita, walaupun berdosa, dapat diperhitungkan benar di hadapan Allah sebagaimana Yesus sendiri.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan