Abraham: Misionaris Pertama


SABAT PETANG
Untuk Pelajaran Pekan Ini, Bacalah: Kej. 12:1-3; 14:8-24; Ibr. 11:8-19; Gal. 3:6; Kej. 12:6, 7; 18:18,19.


AYAT HAFALAN: "Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: Olehmu segala bangsa akan diberkati'" (Galatia 3:6-8).

Bukanlah suatu kebetulan bahwa tiga agama besar dunia, Yahudi, Kristen, dan Islam, sering disebut “agama Abraham.” Itu karena ketiga-tiganya, dalam satu dan lain cara, menelusuri asal-usul mereka sampai kepada orang saleh yang agung ini.

Walaupun Abraham disegani sebagai teladan kesetiaan, pelajaran pekan ini akan mendalami kesetiaannya dari sudut pandang yang lain. Yaitu, kita akan memandang dia sebagai seorang misionaris, sebagai seorang yang dipanggil Allah untuk pergi ke negeri yang lain dan bersaksi bagi orang tentang Allah yang benar, Pencipta dan Penebus.

Allah memberi Abraham, dan keluarganya (lihat Gal. 3:29), suatu tujuan rangkap tiga: (1) Menjadi penerima dan penjaga kebenaran Ilahi Kerajaan Allah yang telah hilang dalam sejarah terdahulu umat manusia; (2) Menjadi saluran masuknya Penebus ke dalam sejarah; dan (3) Menjadi hamba Allah yang setia, satu terang bagi bangsa-bangsa, satu terang bagi mereka yang ingin mengenal Allah.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan