AWAL KEHIDUPAN YESUS DI DUNIA

"Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham" (Matius 1:1).

Menyenangkan memulai sebuah buku. Bagi seorang penulis abad kedua puluh, untuk memulai biografi dengan daftar panjang nama-nama sudah pasti akan berakhir di keranjang sampah si penyunting.

Tetapi, bagi orang Yahudi, mengawali kisah kehidupan seseorang dengan daftar silsilahnya adalah cara paling wajar dan menarik. Ketika Yose-fus, ahli sejarah Yahudi abad pertama, menulis otobiografinya, ia memulainya dengan genealogi atau daftar keturunannya, yang kemungkinan besar ia temukan di dalam arsip-arsip umum yang disimpan Sanhedrin.

Orang Yahudi sangat memperhatikan kemurnian garis keturunan seseorang. Seorang imam yang tidak dapat memperlihatkan silsilah sampai ke Harun tidak akan berfungsi dalam keimamannya ( lihat Ezra 2:62).

Seorang Yahudi abad pertama tidak saja akan menemukan sebuah daftar genealogi di permulaan sebuah biografi sebagai sesuatu yang wajar dan menarik, tetapi akan menganggap hal itu perlu. Itu terutama berlaku bagi sebuah buku yang menyatakan tokoh utamanya adalah Kristus (kata Yu-nani-padanan kata Ibrani "Mesias"). Dan Matius menempatkan pernyataan itu di dalam ayat pertama: "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham." Jika Matius tidak dapat membuktikan kemurnian leluhur Yesus, sebaiknya dia jangan menulis Injilnya, karena tidak ada satu pun orang Yahudi akan membacanya.

Tugas Matius bukan saja untuk mempertunjukkan kemurnian ras Yesus, tetapi juga bahwa Dia memiliki leluhur tertentu. Pertama, sang Mesias harus berasal dari keturunan Daud. Allah memberi tahu Daud melalui Nabi Nathan, "Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya" (2 Sam. 7:16). Orang Yahudi secara luas berpegang bahwa janji itu menunjuk kepada kedatangan Mesias. Akibatnya, Perjanjian Baru berulangkah menegakkan bahwa Yesus adalah seorang keturunan Daud.

Juga penting bagi Matius membuktikan Yesus adalah anak Abraham. Abraham bukan saja leluhur ras Yahudi, tetapi Allah berjanji bahwa Dia akan memberkati semua orang di bumi melalui Abraham (Kej. 12:1-3).Karena Yesus adalah dari garis keturunan Daud maupun Abraham, Dia memenuhi syarat untuk peran Mesias.

Satu pelajaran dari silsilah Matius adalah, Allah bertemu dengan orang-orang di mana mereka berada. Ketika Kristus Ilahi menjadi Yesus yang menjelma menjadi manusia, Dia melakukan itu pada waktu dan tempat tertentu. Dan sebagaimana Dia bersama dengan umat Yahudi abad pertama di dalam konteks mereka, maka Dia juga melayani kita sekarang pada waktu dan tempat kita.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan