Sikap Bersyukur

"Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!" (Mazmur 100:4).

Di taman kebajikan yang subur, bersyukur bukan hanya karena tanah tapi juga sinar matahari dan hujan, karena hal itu penting. Bersyukur.adalah berterima kasih, tidak peduli apa pun yang terjadi. Ini adalah kemampuan untuk menerima keadaan dan kemudian membuat daftar berkat. Di waktu yang sama, tidak menutup mata terhadap masalah, kekhawatiran, dan defisit, itu adalah karunia bersyukur untuk apa yang kita miliki daripada mengeluh tentang apa yang kita tidak miliki.

Chester W. Nimitz terpilih sebagai komandan Armada Pasifik Amerika Serikat hanya 10 hari setelah serangan terhadap Pearl Harbor pada 7 Desember 1941. Pada Hari Natal 1941, Nimitz mengelilingi pelabuhan yang hancur mengerikan. Delapan kapal perang, tiga kapal penjelajah, empat kapal perusak, dan lima kapal tambahan, serta satu galangan kapal dari Armada Pasifik telah tenggelam atau rusak parah. Kerusakan pesawat meliputi 188 unit hancur dan 159 rusak. Serangan itu telah menewaskan 2.403 orang (termasuk 68 warga sipil) dan melukai 1.178 jiwa. Pasukan Amerika Serikat telah dihajar babak belur. Kekesalan, patah semangat, putus asa, dan kekalahan mengisi setiap wajah. Setelah itu seseorang bertanya kepada Nimitz apa yang dipikirkannya. Jawabannya optimis dan positif, menunjukkan bahwa musuh telah membuat tiga kesalahan besar: (1) Serangan pada hari Minggu pagi ditujukan untuk sebagian besar personel militer di pantai, sehingga korban relatif ringan. (2) Seluruh bahan bakar untuk medan perang Pasifik masih tersedia, karena mereka melupakan tangki penyimpanan bahan bakar dalam serangan itu. (3) Semua rusak, kecuali satu galangan kapal untuk perbaikan kapal, tanpa kerusakan. Sehingga sebagian besar kapal yang tenggelam atau rusak dapat diperbaiki, dan, yang tenggelam dalam air dangkal, bisa kembali diperbaiki untuk beroperasi dengan cepat.

Studi penelitian ilmiah berfokus pada rasa syukur dan laporan kesejahteraan yang mendapatkan hasil yang pasti dan konsisten. Dalam satu studi yang dilakukan oleh Emmons dan McCullough (Journal of Personality and Social Psychol-ogy 84, no. 2 [2003]: 377-389), melaporkan bahwa orang-orang yang menuliskan pengalaman rasa terima kasih mereka setiap hari menikmati “tingkat yang lebih tinggi efek positif” dan lebih mungkin untuk membantu orang lain atau memberikan dukungan emosional daripada mereka yang menuliskan masalah atau isu-isu netral. Kelompok yang bersyukur juga menggapai lebih banyak tujuan pribadi mereka. Mereka juga melaporkan “tingkat kondisi positif,” lebih tinggi seperti antusiasme, tekad, dan energi.

Tuhan, saya bersyukur kepada-Mu. Pertama, Engkau memberi saya hidup, kemudian Engkau membiarkan saya tahu tentang kasih-Mu, karunia keselamatan-Mu, serta perlindungan-Mu dari kejahatan. Apakah lagi yang bisa saya minta?

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan