Jejak Semut

"Dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,’ entah kamu menganan atau mengiri" (Yesaya 30:21 )

"Sayang, ada lagi semut di dapur! Coba lihat!" Ratapan sedih istri saya mem-buat saya berlari meninggalkan pelajaran saya. Benar sekali, gerombolan semut berjejer di meja dapur, sekitar wastafel, dan di pinggi perbaot lain, saling bertemu, berhenti, dan menyentuh antena semut lain, melakukannya sebelum melanjutkan perjalanan, akhirnya menghilang ke dalam lubang kecil antara ubin dan tiang pondasi. Gerombolan semut itu tidak banyak. Tetapi dapur istri saya adalah daerah kekuasaannya, dan bagi dia semut yang baik adalah semut mati. Dia tidak memiliki toleransi bagi guru kebijaksanaan Alkitab yang kecil berjalan melalui dapurnya.

Tetapi bagi suaminya yang ahli biologi, undangannya untuk "Coba Lihat!" adalah kesempatan baru untuk percobaan. Jadi, dengan perut di lantai ubin, saya memerhatikan dengan takjub saat semut beriringan di sepanjang jejak tak terlihat. Saya membasahi jari dengan lidah, lalu menyeka jalan semut itu seolah-olah itu tanda pensil. Beberapa detik kemudian penjelajah kecil berikutnya mengikuti jejaknya, berjalan ke arah gesekan yang saya buat namun tampak seolah-olah itu adalah tembok penghalang. Semut itu berhenti, berbalik, dan berjalan kembali ke tempat semula seakan memeriksa apakah- semut itu ada di jalur yang benar. Kemudian kembali ke daerah yang digesek dan berhenti. Semut mendekati sisi lain gesekan saya dan melakukan hal yang sama. Pada saat itu, semut tampaknya kebingungan, hanya setengah inci terpisah dari semut yang lain. Mereka lebih berani jika berada di dalam lintasannya. Segera semut itu mendapatkan lintasannya kembali, dengan cepat membangun jalan memutar yang tak terlihat di sekitar celah tak terlihat.

Jejak yang tidak terlihat bagi semut dengan antena pendeteksi bahan kimia yang sangat baik adalah feromon yang sangat nyata. Saya memerhatikan semut pasti menandai jejak dengan perutnya, karena saya tidak melihat semut-semut itu melakukan apa pün selain hanya berjalan. Menggunakan sedikit deterjen pada spons dapur, saya bisa menghapus jejaknya-hal itu benar-benar membingungkan semut-semut yang malang. Tetapi ketika saya datang kembali satu jam berikutnya, semut-semut itu telah membangun kembali jalur alternatif.

Sekarang kekasih saya telah memiliki eksperimen yang cukup dan menginginkan semut keluar dari dapurnya. Waktunya untuk mode pembasmian.

Tuhan, saya memilih untuk mengikuti dengan benar bimbingan Roh Kudus-Mu sebagaimana semut kepada jejak feromon. Bantu saya untuk tetap mendengarkan suara-Mu dan dengan patuh mengikutinya.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan