Menemukan Jalan Allah

[Mintalah remaja atau wanita muda untuk menyajikan laporan ini.]

Saya dibesarkan dalam keluarga Advent dan belajar cerita-cerita Alkitab dari orangtua saya, kakak laki-laki dan perempuan, dan juga dari kelas Sekolah Sabat. Jadi saya tahu tentang Allah sejak masa kecil saya. Ketika saya bersekolah, saya belajar lebih banyak tentang Allah dan dibaptiskan.

Saya tinggal di sebuah kota di timur laut Afrika Selatan. Saya telah menghadiri gereja dan Sekolah Minggu sepanjang hidup saya, tetapi ketika sebuah bangsal besar didirikan di sebuah tanah kosong di kota, hidup saya berubah selamanya.

"Lihat, Dia Datang Segera"

Spanduk pengumuman KKR dengan kata-kata "Lihat, Dia Datang Segera!" Siapa yang datang lagi? Saya bertanya-tanya. Beberapa orang mengatakan bahwa orang-orang yang mensponsori pertemuan itu setan, jadi saya takut untuk hadir.

Kemudian saya mendengar seorang wanita berkata, "Malam ini pembicara akan menceritakan tentang kedatangan Yesus kedua kali." Itu menarik perhatian saya. Yesus sudah datang sebagai bayi, pikirku. Mengapa Dia akan datang lagi? Saya belum pernah mendengar hal seperti ini sebelumnya. Apakah ini pertemuan Kristen? Saya bertanya pada diriku sendiri.

Rasa ingin tahu mengatasi ketakutan saya, dan malam itu saya mengendap dekat dengan bangsal. Saya ingin tahu apa yang pembicara ini bicarakan, tapi saya takut untuk masuk ke dalam. Jika pembicara katakan terlalu menakutkan, saya beralasan, saya bisa langsung meninggalkan bangsal itu.

"Selamat malam,"seorang pria menyapa saya, memberi saya sebuah Alkitab. Saya mengambilnya dan duduk di kursi plastik di dalam tenda. Orang-orang ini tampaknya tidak menakutkan, saya pikir. Sementara saya menunggu, saya membalik-balikan Alkitab yang telah diberikan kepada saya. Saya punya Perjanjian Baru di rumah, tapi saya tidak pernah memiliki seluruh Alkitab.

Menemukan Kebenaran Alkitab

Pembicara berdiri untuk memulai. Dia menunjukkan slide untuk menggambarkan khotbahnya dan menampilkan ayat Alkitab yang dikutip. Dia mengutip begitu banyak ayat-ayat Alkitab sehingga saya mulai bertanya-tanya apakah yang saya dengar tentang pertemuan ini bisa jadi satu kebohongan. Setan tidak akan mengutip dari Alkitab, saya pikir. Setiap apa yang pembicara katakan didukung ayat Alkitab. Saya menjadi yakin bahwa ia mengatakan yang sebenarnya.

Di akhir pertemuan itu saya menyadari bahwa saya telah menemukan sesuatu yang berharga. Di gereja saya, kami jarang menggunakan Alkitab, tapi pembicara ini menggunakan Alkitab untuk setiap poin. Saya ingin tahu lebih banyak.

Firman Tuhan membawa saya kembali ke pertemuan setiap malam untuk sisa seri pelajaran. Saya belajar banyak tentang Tuhan, dan saya menyadari bahwa saya tidak pernah benar-benar mengenal Dia sebelumnya. Menjelang akhir pertemuan saya mengatakan kepada pembicara,"Saya telah be-

Fakta Terkini
- Ingwavuma adalah sebuah kota di timur laut Afrika Selatan. Itu terletak dekat dengan perbatasan Swaziland dan Mozambik.
- Sebagian besar orang adalah petani. Mereka bertani tomat, ubi jalar, jagung, dan beberapa ternak. Kebanyakan petani hanya cukup untuk memberi makan keluarga mereka. Mereka bukan orang-orang kaya.
- HIV/AIDS adalah masalah kesehatan yang serius di wilayah sekitar Ingwavuma, di mana sekitar satu dari tiga orang diyakini memiliki atau membawa penyakit itu.

lajar banyak tentang Yesus selama pertemuan ini. Saya merasa bahwa saya hampir tidak mengenal-Nya sebelumnya. Bagaimanakah saya bisa memberikan hidup saya kepada Tuhan? Bagaimanakah saya bisa bergabung dengan gereja Anda?" Pendeta mengundang saya untuk bergabung dengan kelas khusus yang dibentuk bagi mereka yang ingin belajar lebih banyak tentang Alkitab dan keyakinan Advent. Dengan penuh semangat saya bergabung di kelas dan siap untuk dibaptis.

Berdiri untuk Iman Saya

Orangtua saya tahu bahwa saya telah menghadiri KKR, tetapi mereka tidak mengatakan apa-apa kepada saya tentang hal itu. Mereka beranggapan bahwa ketika pertemuan berakhir, saya akan melupakan Advent ini. Jadi ketika mereka tahu saya berencana untuk mempelajari Alkitab dan menjadi Advent, mereka tidak senang.

Bahkan, tampaknya banyak orang tidak senang mengetahui bahwa 30 orang telah meminta menjadi anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh selama pertemuan itu. Pendeta dan pemimpin gereja di kota mencoba untuk mencegah kami bergabung dengan Gereja Advent. Mereka bahkan mengadakan pertemuan umum untuk mencegah kami menjadi Advent. Beberapa orang menyerah pada tekanan untuk tetap di
gereja-gereja asal mereka. Tapi saya bertekad; saya ingin mengikuti Tuhan. Dan ketika kehebohan mereda, malahan banyak orang meminta untuk menjadi Advent.

Pada akhirnya, 40 orang dibaptis dan menjadi anggota pertama dari jemaat Advent di kota saya. Dua TSPM tetap tinggal di kota itu setelah pertemuan penginjilan mengajarkan kami bagaimana membagikan iman kami dengan orang lain. Kami pergi dari pintu ke pintu dan berbicara serta berdoa dengan orang-orang. Hari ini keanggotaan gereja kami telah dua kali lipat menjadi 80 orang ditambah pengunjung dan banyak anak-anak.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan