Orang Kafir yang Jujur

"Apabila bangsa-bangsa lain-yang tidak memiliki,hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri"(Roma 2:14),

Akan ada kebangkitan pertama pada beberapa kelompok orang yaitu kehadiran mereka yang akan memberikan bukti yang lebih lagi mengenai rahmat Allah yang besar. Kelompok pertama adalah anak-anak dan bayi yang meninggal sebelum usia pertanggungjawaban. Dari kelompok ini Ellen White menulis: "Ketika bayi dibangkitkan dari tempat tidur berdebu mereka, mereka segera terbang dengan sayap yang ada pada mereka dan pergi menemui ibu mereka. Mereka tidak akan dapat dipisahkan lagi. Tetapi banyak dari anak-anak kecil yang tidak memiliki ibu di sana. Mereka mendengar tapi tidak mengerti lagu meriah kemenangan dari ibu. Malaikat menyambut bayi piatu itu dan membawa mereka ke pohon kehidupan” (Selected Messages, jld. 2, hlm. 260).

Kelompok kedua yaitu mereka yang tampil untuk membenarkan luasnya kasih karunia Allah adalah orang dewasa yang tinggal di tengah-tengah budaya kafir, mendengar suara Tuhan di alam dan di dalam kesadaran mereka merespons, Roh Kudus menuntun mereka meskipun mereka tidak mengetahui sepuluh hukum Allah Dari kelompok ini Nabi kita menulis: “Di antara orang kafir terdapatlah orang yang menyembah Allah dengan tidak mengetahuinya, mereka yang kepadanya terang itu tidak pernah disampaikan dengan perantaraan manusia, namun mereka tidak akan binasa. Meskipun tidak mengetahui hukum Allah yang tertulis, mereka telah mendengar suara-Nya berbicara kepada mereka dalam alam, dan telah melakukan perkara-perkara yang dituntut oleh hukum" (Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 276).

Dan kelompok ketiga adalah mereka yang membuktikan kasih tidak terduga Allah yaitu para budak yang tetap setia kepada Tuhan, ditolak dalam kebebasan sosial dan politik namun melatih kuasa memilih mereka untuk berpihak pada pihak yang benar. Ellen White mengomentari tentang korban perbudakan Amerika yaitu: “Lalu mulailah perayaan kemenangan, ketika negeri harus berhenti. Saya melihat budak yang tawakal bangkit dengan kemenangan dan sorak kemenangan dan menanggalkan rantai yang mengikatnya, sementara tuannya yang jahat berada dalam kebingungan dan tidak tahu mau berbuat apa; karena orang-orang jahat tidak dapat mengerti kata-kata suara Allah itu” (Tulisan-tulisan Permulaan, hlm. 408).

Penurutan dari segala usia akan ada di sana dan bersama mereka yaitu bayi-bayi yang tidak bersalah, orang kafir yang jujur, budak-budak yang saleh—dan kita juga harus ada di sana.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan