“Ia Tidak Ada di Sini”

"Ia tidak ada di sinis Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea?” (Lukas 24:6).

Tulisan di batu nisan dapat mengungkapkan sesuatu—terutama tentang ke-suksesan. Salah satu contoh adalah negarawan muda Amerika yaitu Thomas Jefferson, meninggalkan kata-kata yang membanggakan terukir di granit pada makamnya di Montecello: “Di sini dimakamkan Thomas Jefferson, penulis Deklarasi Kemerdekaan Amerika, Undang-undang Virginia untuk kebebasan beragama dan pendiri Universitas Virginia.” Yang lainnya adalah batu nisan dari pembawa acara televisi yaitu Merv Griffin: “Saya tidak akan kembali setelah pesan ini.”

Tulisan di batu nisan dirancang oleh orang lain (keluarga dan teman-teman) untuk mengingat mereka yang telah meninggal dunia dengan cara khusus dapat mengungkapkan pengalaman hidup dari seseorang. Itulah yang saya baca beberapa waktu lalu pada pemakaman tentara AS pada Perang Dunia II di Guadalcanal yang dihiasi dengan tanda-tanda kehormatan. Ada, baris demi baris dari piring mutiara menandai kuburan tentara Amerika yang memberikan hidup mereka di negeri yang jauh untuk memperjuangkan kebebasan. Ada beberapa batu nisan yang berbeda, tapi satu yang menarik perhatian saya untuk membacanya:

“Di sinilah terletak tentara Allan Simpson,

Dia hidup sebentar,

Dia bertempur dengan gagah berani,

Dia memberikan sepenuhnya,

Apa lagi yang seorang pria baik dapat lakukan?”


Apakah mungkin murid-murid yang berdukacita dapat menuliskan kata-kata di batu nisan Yesus? Mungkin kata-katanya seperti ini: “Di sini terletak Seorang Gembala yang Baik—Seorang yang banyak membuat keajaiban, Duta Besar dari kehidupan yang lebih baik.” Keterangan itu pasti benar apabila Dia ada di dalam kubur, tapi Dia tidak ada di dalam kubur. Karena Dia telah bangkit! Buddha, Konfusius, Zoroaster, Muhamad, dan semua pendiri golongan agama masih beristirahat di tempat tidur yang berdebu. Kerangka berongga mereka tetap di tempat penguburan mereka ditandai dengan kata-kata yang bersinar prestasi. Tidaklah demikian dengan Yesus. Di atas tempat Ia dibaringkan, bersinar tulisan sederhana: “Dia tidak ada di sini!” Tidak, Dia tidak ada di makam yang gelap—Dia telah bangkit Tapi karya-Nya terus bagi kita dalam kemuliaan dan melalui kita yang masih tinggal di buntu. Artinya bahwa Dia memang “di sini” di dalam kita. Dan betapa pekerjaan-Nya di dunia ini harus dilanjutkan.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan