Injil di Dalam Paulus 

   Seperti banyak orang-orang sebangsanya, Paulus barpikir bahwa ia berada dalam posisi rohani yang baik. Tetapi kamudian ia melihat Yesus sabagai Anak Allah yang telah mengasih aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku“(Gal 2:20); Tiba-tiba ia melihat dirinya tidak selamat, tetapi hilang; bukan hamba Allah, tetapi musuh Allah; bukan orang benar, tetapi pemimpin orang berdosa. Sebuah ukuran jatuh dari matanya, dengan kata lain, oleh penelitian-nya terhadap Perjanjian Lama. Wahyu Allah, kapadanya secara pribadi dan melalui Kitab Suci, mentransformasi hatinya dan mengubah hidupnya selamanya. Kita tidak akan mengerti surat-surat Paulus sampai kita memahami fakta. landasan ini, yang mana menerangkan-nya 
 Bacalah 2 Korintus. 3:14-16 dalam terang ini, dan kemudian ayat 2-6.apakah yang Paulus idtentifikasi di sini sebagai langkah menentukan? 
    
Arti dari perjanjian yang lama menjadi jelas hanya "ketika hati seorang berbalik kepada Tuhan" (ayat I6). Yesus adalah jalan kesalamatan. Semua diawali dan barakhir dalam Dia. lsrael- dengan percaya kepada penurutan mereka, separti yang Paulus lakukan sebelum pertobatan-nya mengalami perjanjian yang lama sebagai pelayan kematian. Mengapa? Karena "semua telah berdosa" (Rm 3:23), termasuk orang israel, jadi hukum Allah hanya dapat mendakwa mereka (2 Kor 3:7}. Sabaliknya, umat percaya di Korintus adalah "surat kristus... ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh—loh batu melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia" (ayat 3). 
    Bacalah Roma 1:16,17;3:24-26. Bagaimanakah Paulus mengartikan injil? Apakah yang kita terima melalui Kristus dengan iman?
     lnjil adalah kuasa Allah untuk menyelamatkan semua yang percaya, Kebenaran tidak berdasarkan pada apa yang kita lakukan tetapi apa yang Kristus telah lakukan bagi kita, yang kita terima dengan iman. Itu adalah percaya yang bertumbuh "yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman" (Rm.1:17). apa yang Paulus maksudkan dengan hal ini terkuak dalam buku Roma selanjutnya, dimana inti utamanya ditemukan di akhir pasal 3. Melalui Kristus kita ditebus (Allah telah membawa kita kembali dengan membayar dosa-dosa kita), dibenarkan (kita bebas dari rasa bersalah dan disucikan oleh kasih karunia), dan pengampunan (Allah menerima kita kembali dan "melupakan" dosa-dosa masa lalu kita). Sungguh luar biasa, Allah, melalui pengorbanan Kristus,membuktikan diri-Nya adil dalam membenarkan kesalahan mareka yang menaruh iman mereka di dalam Yesus.
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan