YESUS MENGUBAH ORANG PALING MENJIJIKKAN 

“Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: ‘Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.’ Kata Yesus kepadanya: ‘Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham’” (Lukas 19:8, 9).

Bertemu dengan Yesus akan mengubah kehidupan Anda. Berulangkali di keempat Injil kita temukan bahwa apabila orang-orang berjumpa dengan Yesus mereka tidak pernah sama lagi sesudahnya. Bukan sekadar orang baik dengan beberapa kata ramah dan bijak. Dia juga pengubah kehidupan.

Begitu juga dengan Zakheus, pemungut cukai dan pemeras yang telah mengeksploitasi penduduk kota secara finansial. Suatu pengalaman tulus dengan Yesus telah mengubah kehidupannya selamanya. Dan seluruh masyarakat mengetahui itu.

Menyerahkan setengah hartanya kepada orang miskin, sisanya diputuskannya untuk mengembalikan empat kali lipat apa saja yang sudah dia ambil secara tidak adil. Dalam janjinya itu sudah melampaui persyaratan hukum Yahudi, yang menetapkan pengembalian dua kali lipat (Keluaran 22:7). Setelah dia diubah, maka dia bertekad membuat lebih banyak lagi dari yang dituntut hukum.

Buku Alfa dan Omega mengomentari kisah ini dengan mencatat bahwa, “pertobatan tidaklah sejati kalau tidak diikuti dengan pembaruan. Kebenaran Kristen bukannya sekadar jubah yang menutupi dosa yang tidak diakui dan tidak ditinggalkan, itulah prinsip kehidupan yang mengubah tabiat dan mengendalikan budi pekerti. Kesucian, ialah hidup seluruhnya bagi Allah, itulah penyerahan hati dan kehidupan seluruhnya untuk didiami oleh prinsip-prinsip surga. .. Jika kita melukai perasaan orang lain melalui transaksi perusahaan yang tidak betul, jika kita telah memperdayakan orang lain dalam perdagangan atau menipu seseorang, meskipun hal itu tidak menyalahi undang-undang, kita harus mengakui kesalahan kita dan memberikan ganti rugi sedapat-dapatnya” (jld. 6, hlm. 174).

Saya masih ingat hari saya membaca kata-kata tersebut sebagai orang Kristen muda. Kata-kata itu memukul saya secara telak dan menyangkut di dalam hati sanubariku. Mula-mula saya mencoba membuang ingatan itu dan meneruskan kehidupan saya sebagaimana adanya.

Tetapi saya tidak merasa damai. Selama enam tahun bekerja di toko kelontong itu saya sesukanya mengambil permen, coklat atau apapun yang saya ingini. Sedikit demi sedikit nilai barang-barang itu semuanya menumpuk.

Dan sekarang saya disadarkan bahwa saya harus bertemu dengan pemilik toko itu, mengakui dan meletakkan uang berjumlah bear di atas mejanya. Tetapi saya sedang kantong kering dan mencoba mengikuti pendidikan di sekolah tinggi dengan bekerja. Saya punya banyak kata “tetapi.”

Tetapi saya juga umat Kristen. Jalur yang ditempuh Zakheus adalah pilihan satu-satunya bagi saya.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan