DORONGAN SEMANGAT KETIKA KITA MEMBUTUHKANNYA

"Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus: Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.’ Dan... dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: ‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia’’’ (Matius 17:1-5).

Perubahan rupa berhubungan dengan yang telah terjadi sebelumnya. Yaitu, pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Kristus (Mat. 16:16) dan ramalan Yesus mengenai kematian-Nya dan kebangkitan-Nya dan peryataan-Nya mengenai salib-salib para murid-Nya (ayat 21-18).

Matius memberitahu kita bahwa Yesus naik ke atas gunung enam hari setelah peristiwa di Kaisarea Filipi, tetapi dia tidak memberitahu kita mengapa. Tetapi Lukas memberitahu kita. Lukas 9:28 menyatakan bahwa Dia membawa tiga orang murid “naik ke atas gunung untuk berdoa.”

Banyak yang hal yang harus didoakan. Pada saat itu Dia sepenuhnya bertekad dan berkomitmen untuk pergi ke Yerusalem dan salib yang menunggu-Nya disana, sesuatu yang menakutkan bagi-Nya. Dia juga mempunyai beban berdoa untuk para murid-Nya yang tidak mengerti, mereka yang tidak lama lagi harus Dia tinggalkan untuk memulai gereja-Nya di bumi.

Dan pada tahap ini betapa lemahnya mereka itu. Lukas memberi tahu kita bahwa apa yang mereka lakukan di Gunung Kemuliaan itu mereka kemudian lakukan di Getsemani-mereka tidur sementara Yesus berdoa (ayat 32). Dan inilah murid-murid-Nya yang paling dekat-mereka yang telah dia pilih pertama kali dari antara 12 untuk perintah khusus. Jika mereka memiliki tingkat kerohanian yang begitu rendah, bagaimana keadaannya dengan sembilan yang lain? Tidak mengherankan Yesus merasa perlu sekali untuk berdoa.

Di sana di atas Gunung, pemuliaan itu berlangsung, suatu pertunjukan kerajaan kemuliaan masa depan dalam bentuk miniatur. Tujuannya adalah memberi dorongan semangat bagi Yesus maupun bagi para murid yang “kebingungan atas keadaan” akibat keterangan Yesus mengenai Kemesiasan dan pemuridan. Tetapi yang pertama dan terutama, hal itu menguatkan Yesus.

Khususnya yang penting adalah suara dari surga-suara yang sama yang telah Yesus dengar pada baptisan-Nya ketika Dia baru saja melangkah melaksanakan missi-Nya. Sekarang Dia mendengarkannya lagi pada saat pelayanan-Nya menunjukkan arah ke Yerusalem. Allah sedang memberi tanda persetujuan atas keputusan Yesus dan tindak kelanjutannya. Seakan Bapa mengatakan, “Maju terus, Engkau sudah membuat pilihan yang tepat. Aku akan berada bersama-Mu.”

Kita bersyukur memiliki Allah yang bersedia memberi kita semangat dan mendorong kita apabila kita sangat memerlukannya.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan