TITIK KRISIS

"Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia tim?’ Jawab mereka: ‘Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah searang dari para nabi.’ lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?’Maka jawab Simon Petrus: Engkau adalah Mesias,Anak Allah yang hidup”1 (Matius 16:13-16).

Dengan ayat-ayat ini kita sudah tiba di dalam episode paling kritis dalam kehidupan Yesus. 'Sebagaimana dikemukakan William Barclay, Saat itu terjadi “krisis dari kehidupan Yesus. Apapun yang para murid-Nya kemungkinan pikirkan, Dia tahu dengan pasti bahwa di depan ada kayu .salib yang tak dapat dihindari. Keadaan tidak dapat terus berlalu. Para penentang sedang berkumpul untuk menyerang. Sekarang masalah dan pertanyaan yang dihadapi Yesus adalah-apakah Dia memberi dampak? Apa Dia sudah mencapai sesuatu? Atau, untuk menyatakannya secara lain, apakah ada orang yang mengetahui siapa Dia sebenarnya?

Cara satu-satunya untuk mencari tahu adalah menanyakan kepada mereka yang paling dekat pada-Nya, tanpa mereka sadari yang segera akan mengetahuinya, mengambil alih pergerakan-para rasul sepenuhnya. Pertanyaan pada tahap M adalah apakah mereka sudah belajar hal-hal mendasar yang perlu mereka ketahui sebagai murid-murid, karena tanpa pengertian yang Yesus telah berikan kepada mereka sebagai murid mereka takkan pernah menjadi rasul.
Yesus sungguh tidak peduli yang orang lain pikirkan tentang diri-Nya, tetapi Dia sangat ingin mengetahui pendapat para murid. Dia sudah mencapai ditik kritis dari pelayanan-Nya.

Jadi dia mengajukan kepada mereka pertanyaan mendasar yang perlu di garis bawahi: “Apa katamu, siapakah Aku ini?” Segala sesuatu bergantung pada jawaban mereka. Dengan perasaan lega Yesus mendengar Petrus menanggapi, “Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup.” Pada saat itu Dia tahu bahwa Dia tidak gagal. Mata para murid pada akhirnya terbuka.

Tetapi walau mengerti siapa Yesus, mereka tidak tahu apa artinya itu. Sebagai akibatnya, Yesus memerintahkan para murid apa yang seharusnya mereka lakukan “jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias” (ayat 20). Kedengarannya seperti perintah aneh, tetapi ini diperlukan, karena Petrus dan yang lainnya belum mengerti tujuan-Nya. Mereka masih mempunyai sudut pandang sebagai sang raja yang berkuasa. Dan itu normal, karena tidak ada bukti di zaman pra-Kristen ada orang Yahudi berpikir tentang Mesias yang menderita.

Kadang-kadang pengetahuan yang kita miliki menjadikan kita dalam bahaya. Pengertian yang seimbang sangat penting sebelum kita bicara terlalu banyak.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan