BAYANGAN MASA DEPAN

“Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: ‘Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya’” (Matius 14:1, 2).
“Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka (ayat 13).

Ancaman baru bagi Yesus muncul dalam Matius 14:1, kali ini di dari pribadi Herodes Antipas, penguasa Galilea. Walau Herodes cukup mengenal dengan Yohanes Pembaptis dan pelayanannya, dia agaknya tidak mengenal Yesus. Dengan demikian, mungkin sebagai akibat takhayul dan hati nurani yang tegang, Herodes bingung mengenai kedua laki-laki itu dan khawatir bahwa barangkali Yesus adalah Yohanes yang sudah bangkit kembali dari antara orang mati. ,

Dan dia mempunyai suatu alasan untuk meradang. Beberapa waktu sebelumnya nabi pertobatan itu menentang Herodes mengenai perselingkuhannya dengan istri saudara laki-lakinya. Akibatnya adalah bahwa sang penguasa menjebloskan Yohanes ke dalam penjara dan menghukumnya mati andaikan dia tidak takut akan murka penduduk yang menganggap sang Pembaptis itu sebagai nabi (ayat 5).

Sebagai laki-laki lemah bukan saja dia takut pada rakyat, tetapi juga pada kekasihnya, yang dengan muslihat liciknya mendorongnya untuk memancung Yohanes, berlawanan dengan keputusannya sendiri yang tidak sekejam itu. Karena selain itu dia juga mengkhawatirkan pendapat para tamunya, maka dia membiarkan dirinya ditipu (ayat 6-11).

Kisah ini memperlihatkan Herodes sebagai seorang yang ragu-ragu, tidak berpendirian, yang lebih dari sekali dalam waktu singkat menyimpang dari hati nuraninya. Akibatnya, daya khayalnya menguasai dirinya waktu dia mendengar tentang pelayanan Yesus.

Herodes bukanlah laki-laki yang bisa dipercaya. Maka tidaklah mengherankan bahwa Yesus “menyingkir... ke tempat yang sunyi” setelah murid-murid Yohanes melaporkan kematiannya kepada Yesus (ayat 12, 13). Tetapi orang banyak mengikuti-Nya. Tidak lama kemudian Dia memberi makan kepada kurang lebih 5.000 orang, yang mana menimbulkan keinginan untuk men-jadikan-Nya raja.

Sementara itu kita harus kembali ke arti kematian Yohanes. Ada alasan Matius dan Markus menggunakan begitu banyak ruang berharga mengenai kematian tersebut. Yaitu, kisah berakhirnya Yohanes secara utuh berkaitan dengan kematian Yesus sendiri nanti. Kematian Yohanes membayangkan kematian Yesus. Sebagaimana Yohanes merupakan pendahulu Yesus dalam pelayanan (Mat. 3:1-11) begitu juga dia adalah yang mendahuluinya dalam kematian. Yesus mengerti itu dan mulai mundur supaya Dia dapat lebih sepenuhnya mempersiapkan para murid-Nya untuk masa yang akan datang.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan