SEORANG PALING MENJIJIKKAN BERTEMU YESUS

“Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ‘Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.’ Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: ‘Ia menumpang di rumah orang berdosa’” (Lukas 19:5-7, The Message).

Seorang laki-laki yang paling dibenci di kota dipaksa memanjat pohon dan kejadian ini sudah pasti merupakan hiburan hari itu bagi penduduk Yerikho hampir sama menariknya dengan lewatnya Yesus di kota mereka. Bagaimanapun, tidak setiap hari kita menemukan seorang yang sangat kaya seperti Zakheus mengangkat bajunya yang mahal dan memanjat pohon.

Sesungguhnya Zakheus tidak mempunyai pilihan lain jika dia ingin melihat Yesus. Saya bayangkan bahwa dia sudah mencoba untuk mendapat posisi melihat di jalan. Karena dia pendek, kemungkinan dia mencoba menyelusup di antara orang banyak supaya bisa sampai di baris depan. Bagi orang lain, itu mungkin akan berhasil, tetapi bagi Zakheus itu adalah merupakan pengalaman bagaimana siku berada di tulang rusuk dan tendangan dari orang-orang banyak yang sedang dorong-mendorong dan mereka melakukannya tanpa diganjar pajak lebih tinggi di masa mendatang. Suatu hari orang banyak yang sedang marah, tetapi hari itu mengenaskan yang membuat Zakheus memar. Dia mendapat apa yang patut dia dapat.

Tetapi dia juga punya keinginan. Dan salah satunya adalah untuk dapat melihat Yesus, walau dia menyadari bahwa hanya melihat itu yang akan dia peroleh. Lagi pula, menurut orang Yahudi, pemungut cukai adalah orang najis. Bukan saja mereka bekerja untuk bangsa Romawi yang sangat dibenci; mereka juga memeras. Mereka bisa saja menetapkan nilai pajak yang tinggi semau mereka untuk menguras uang yang dikumpulkan dengan susah payah. Orang-orang seperti itu tidak diperkenankan memasuki rumah ibadah.

Naik diatas pohon adalah solusi satu-satunya. Dan kemudian terjadi mukjizat dari segala mukjizat, Yesus berhenti tepat di bawah pohon dan menyatakan Diri-Nya sendiri untuk makan malam di rumah si pendosa itu.

Semua orang terperangah, apalagi Zakheus. Tetapi orang banyak itu bukan saja terkejut- tersinggung, mereka bersungut bahwa seorang yang dikatakan nabi mau berbaikan dengan seorang yang jelas adalah penjahat.

Di sini, seperti di dalam Lukas 15, kita bertemu lagi dengan sungutan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Tetapi kali ini Yesus tidak menyampaikan perumpamaan tetapi melalukannya secara terang-terangan di dalam kehidupan nyata. Dia merasakan keperluan di manapun itu ada. Tujuan hidup-Nya adalah memenuhi kekurangan-kekurangan itu. Zakheus bukan saja orang terkaya di kota, tetapi seorang yang paling kesepian. Dan di dalam diri Yesus dia menemukan seorang teman.

Berita bagusnya ialah bahwa Yesus ingin menjadi teman bagi siapa saja, dari masing-masing kita jika kita mau merendahkan hati dan mempersilahkan Dia masuk.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan