Kebenaran

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami” (Yohanes 3:11).

Dalam beberapa hari saja, saya yakin, saya akan kebanjiran tsunami informasi. Namun kemudian jelas bahwa banyak di antaranya informasi yang salah. Bagaimanakah seseorang dapat mengetahui apa yang benar dan apa yang jujur? Contohnya, pertentangan berlangsung lama mengenai hubungan yang mungkin antara imunisasi dan autisme.

Meskipun cerita ini terlalu panjang untuk diceritakan di sini, hal itu berpusat pada ahli pencernaan Inggris yang bernama Andrew Wakefield. Dr. Wakefield memublikasikan hasil “penelitian” kecil dalam jurnal kedokteran Inggris, Lancet, pada tahun 1998, mengklaim adanya hubungan antara vaksin campak, gondok, dan rubella (MMR) dengan autisme. Kesimpulannya adalah bahwa tiga vaksin yang diberikan bersama-sama menyebabkan autisme dan vaksin-vaksin itu harus dipisahkan. Apa yang tidak terungkap pada saat itu adalah apa yang ia ajukan untuk mematenkan vaksin campak yang bersaing.

Kira-kira pada waktu yang sama, kekhawatiran mulai muncul di Amerika Serikat seputar tiga vaksin thimerosal lainnya yang semua mengandung pengawet ethylmercury. Ketika itu menjadi berita, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mulai mengklaim bahwa keracunan merkuri adalah penyebab autisme. Jadi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menggunakan haknya dengan meminta Institute of Medicine (bagian Akademi Sains Nasional) untuk memeriksa hubungan MMR dengan masalah thimerosal. Para ahli tingkat tinggi dengan saksama meninjau kembali ratusan penelitian yang dilakukan pada ratusan ribu anak-anak selama hampir satu dekade. Laporan hasil sementara biasanya berhati-hati dalam menyimpulkan adanya bahaya dari masalah ini. Laporan berikutnya, berdasarkan data, keluar dengan kepastian yang lebih besar. Tapi sepanjang waktu para aktivis ini, kelompok orangtua, dan media, meneriakkan konspirasi, dan bahkan mengancam akan membunuh para ilmuwan atau pembela vaksinasi. Perdebatan buruk di kedua sisi di Atlantik. Banyak anak mulai sekarat karena mereka tidak divaksinasi. Pada saat yang sama ribuan orangtua dari anak-anak autis menuntut ganti rugi.

Sedikit demi sedikit kebenaran muncul.- Wakefield, langsung disebut penipu menghadapi tuduhan pelanggaran profesional yang serius. Lancet menarik publikasi tahun 1998.

Kekasih dari semua anak-anak kecil, bagaimana si penipu menginginkan perkelahian besar tersebut, dan bagaimana ia menikmati melihat mereka yang Engkau cintai pun terluka. Tuhan, biarlah kebenaran selalu muncul.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan