Antinutrien

Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu " (Lukas 12:29).

Sains mempelajari bahwa asam fitat, atau fitat (garam dari asam), yang ditemukan dalam biji-bijian dan kacang-kacangan yang kaya serat, merupakan agen yang bertanggung jawab untuk menghentikan kanker usus besar. Meskipun banyak bermunculan di blog tentang makanan, saya berpikir bahwa kebanyakan orang belum pernah mendengar tentang asam fitat atau fitat. Mungkin akan membantu untuk mengetahui bahwa itu adalah bentuk penyimpanan fosfat utama pada tanaman, biasanya ditemukan pada kulit ari kacang-kacangan dan biji-bijian, termasuk banyak pada sereal biji-bijian. Dan bagaimana cara efektif untuk menyimpan fosfat. Fosfat adalah atom fosfor yang dikelilingi oleh empat atom oksigen dengan beberapa hidrogen yang datang bersamaan yang membuatnya asam. Asam fitat tidak lebih daripada sebuah cincin indah enam karbon (heksana), dengan masing-masing karbon dihiasi gugus fosfat tunggal.

Bagaimana asam fitat mencegah kanker adalah melalui cara mengikat efektif atom logam seperti besi, seng, tembaga, magnesium, kalsium, dan mencegah logam itu tetap tersedia. Ahli kimia menyebut bahwa asam fitat adalah agen kelat karena caranya mengikat nutrisi ini. Tidak tersedianya atom logam bagi sel-sel kanker akan membuat sel-sel kanker kekurangan gizi.

“Tapi tunggu!” Anda mungkin berkata: “Sel nonkanker yang baik juga membutuhkan nutrisi itu. Apakah asam fitat menolak nutrisi bagi sel-sel yang baik seperti halnya sel-sel kanker?“ Jawaban yang sederhana adalah ya. Dalam pengertian ini, asam fitat adalah molekul antinutrien yang mengurangi penyerapan nutrisi di usus kecil kita. Beberapa ahli gizi, menulis artikel mengkhawatirkan tentang bagaimana asam fitat merampas nutrisi kita, telah menyebabkan kekhawatiran yang tidak semestinya bagi masyarakat umum. Memang, mendapatkan nutrisi yang tepat adalah penting, dan asam fitat dapat menjadi masalah besar di negara berkembang, di mana sebagian besar nutrisi berasal dari biji atau sereal biji-bijian.

Rahasia untuk memisahkan fosfat dari asam fitat atau fitat adalah dengan mencampur enzim phytase. Beberapa biji-bijian seperti gandum, rye, dan barley memiliki phytase di dalamnya. Sehingga merendam benih ini sebelum dimasak mengurangi kadar asam fitat hingga hampir nol. Namun, gandum (oats) dan jagung kurang dalam enzim ini, sehingga untuk mengonsumsinya terbaik adalah dengan merendam terlebih dulu gandum (wheat), rye, atau barley yang segar. Benih biji-bijian (mengubah biji menjadi bibit) juga menurunkan tingkat asam fitat, mengubah antinutrien menjadi gizi.

Terima kasih, Tuhan, untuk roti yang saya nikmati setiap hari, dan terima ka-hh karena meyakinkan saya bahwa saya tidak perlu khawatir tentang hal itu.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan