Konsentrasi Pada Pemecahan - Bukan Pada Masalah

     Sebuah kompas, betapapun akuratnya, tidak akan bisa membantu Anda menemukan jalan, kecuali kalau Anda tahu di mana Anda berada sekarang. Merupakan kesalahan untuk menetapkan sasaran dan memulai proyek sebelum melakukan penilaian atas diri sendiri. Tanyakan kepada diri sendiri, "Di mana saya berada sekarang dalam hubungan dengan ke mana saya ingin pergi? Bagaimana keadaan saya sekarang dibandingkan dengan keadaan yang ingin saya capai?" Pemikiran seperti ini akan memberi Anda perspektif yang jauh lebih baik. Orang yang ingin menurunkan berat badannya, misalnya, harus lebih spesifik: "Sekarang berat badan saya 70 kilogram dan dalam waktu enam bulan saya ingin punya berat badan 60 kilogram." Pernyataan ini jauh lebih efektif daripada secara samar-samar mengatakan, ”Saya rasa saya perlu menurunkan berat badan saya."
     Angan-angan untuk memiliki uang dan harta lebih banyak tidak membuahkan hasil, tetapi hasrat keinginan untuk memiliki sejumlah tertentu akan tereapai. Langkah pertama selalu harus mengevaluasi status Anda sekamng. Setelah Anda melakukan ini, akan lebih mudah untuk membayangkan tercapainya sasaran Anda. Banyak orang yang pernah saya ajak bicara merasa bahwa realisasi sebuah sasaran tergantung pada sesuatu yang harus dilakukan orang lain. Seharusnya itu tergantung pada mereka sendiri dan tindakan mereka. Maka jauh lebih baik untuk memulai tepat di tempat Anda sekarang, kemudian memutuskan bidang apa dari kehidupan Anda yang bisa ditingkatkan tanpa bantuan luar macam apa pun. Sebagai contoh, untuk bisa mengurangi berat badan Anda tergantung sepenuhnya pada pengurangan apa yang Anda makan, bukan apa yang dimakan urung lain.
     Beribu-ribu orang merasa hidup mereka tanpa harapan dan tanpa arti. Sebelum perubahan menjadi lebih baik bisa terjadi, mereka perlu menyingkirkan keyakinan yang tidak benar bahwa mereka tidak bisa melakukan sendiri apa pun yang akan mengubah keadaan mereka. Mereka harus belajar memahami bahwa segala hal yang mereka lakukan mengakibatkan suatu macam reaksi. Dengan demikian, kalau seseorang terus-menerus berpikir dan bertindak secara negatif, dia tidak akan bisa mengharapkan apa pun selain hasil yang negatif pula. Segera setelah orang menerima Hukum Sebab dan Akibat ini, dunianya akan mulai burubah. Dia menyadari bahwa kalau hal itu bekerja dengan cara yang negatif, maka itu juga akan bekerja dengan cara positif. 
     Dia akan sampai pada kesimpulan bahwa hidupnya punya arti, sebab dia punya kontrol atas keadaannya. Dia tidak perlu lagi menggantungkan pada apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh orang lain. Tentu saja, jauh lebih mudah mempersalahkan orang lain untuk kegagalan kita mencapai sesuatu daripada mengambil tanggung jawab sendiri. Tolaklah godaan untuk menerima anggapan bahwa Anda tidak berdaya untuk mengubah kehidupan Anda. Walaupun demikian, perubahan ini baru terjadi setelah sikap dan tindakan Anda berubah. Kalau Anda terus bersikeras untuk tergantung pada orang lain, Anda bisa menunggu seumur hidup. Banyak orang yang membuat kesalahan membiarkan masalahnya menyerap hampir semua perhatian dan energinya. Mereka yang punya utang terus-menerus memikirkan utangnya. 
    Kalau mereka sakit dan menderita rasa nyeri, pikiran mereka tersila oleh penyakit dan rasa nyeri. Keadaan apa saja yang tidak diinginkan dalam hidup mereka mendominasi pikiran. Keadaan ini bisa dipahami, tetapi itu bukan cara terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. Ada beberapa kisah sederhana yang diceritakan dalam Kitab Perjanjian Lama, dan kisah-kisah itu bisa memiliki arti yang lebih mendalam daripada kelihatannya. Barangkali beberapa ajaran diberikan dengan cara ini supaya bisa lebih mudah dipahami oleh setiap orang. Salah satu kisah seperti itu adalah tentang Daniel di kandang singa.
     Daniel dikunci di dalam kandang dengan beberapa ekor singa yang sengaja dilaparkan untuk kesempatan itu. Seandainya saya atau Anda yang harus menghadapi keadaan serupa itu, saya yakin bahwa kita akan memusatkan perhatian kepada singa. Tetapi Daniel tidak demikian! Ada cahaya datang dari atas menyinari kandang. Kepada cahaya inilah Daniel menujukan seluruh konsentrasinya sementara dia berdoa, dan dia pun diselamatkan. Menurut penafsiran kisah ini oleh mendiang Emmet Fox, seorang pengarang dan penceramah yang termashur selama bertahun-tahun, singa mewakili masalah yang kadang-kadang harus kita hadapi.
    Cahaya mewakili kemerdekaan bagi Daniel, atau pemecahan bagi masalah yang sedang dihadapinya. Dengan mengalihkan perhatian dari masalah dan memusatkannya pada pemecahannya, dia pun selamat. Singa (altau masalah) kehilangan kekuatan untuk mencelakakannya. Sebagian besar dari kita menetapkan sasaran, kemudian memikirkan semua rintangan yang mencegah kita untuk mencapai sasaran tersebut. Dengan memusatkan perhatian pada "cahaya," atau "pemecahan, dan bukannya pada masalah, rintangan jadi tidak berbahaya sama seperti singa dalam kisah Daniel. George Willigg, pendaki gunung kenamaan, mengatakan ini tentang mengatasi rasa takut: "Hambatlah semua pikiran yang akan jatuh dari benak Anda dan arahkan perhatian Anda pada tujuan."
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan