Pelajaran dari Kusta

"Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada—Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentathirkan aku.'Lalu- Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dam berkata Aku mau, jadilah engkau tahir Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya"(Matius 8:2,3).

    Penerjemah Alkitab tampaknya tidak tahu vitiligo, sebuah penyakit autoimun yang kelihatan seperti bercak putih pada kulit di mana sel—se1 pigmen berhenti bekerja. Jika penerjemah memiliki pengetahuan tentang kondisi itu, “kusta”yang disembuhkan Oleh Yesus, dan pada Miriam, juga pada Naaman, mungkin akan memiliki diagnosis Alkitab (medis) yang berbeda. Kusta, sekarang disebut penyakit Hansen, tidak mengubah kulit putih, tetapi menyebabkan cacat tubuh yang mengerikan. 
     Mungkin Anda belum pernah melihat orang penderita penyakit Hansen. Saya pernah, dan itu tidak menyenangkan. Saya pertama kali melihat pria terpincang-pincang sangat menyakitkan di mana ia berusaha memegang tongkatnya dengan tangan yang tidak memiliki jari. Wajahnya, menggelembung dengan lepuhan yang besar, tampak meringis penuh kesakitan di balik mata yang tertutup. 
       Dia telah kehilangan jari kaki dan bibir. Saya sangat kasihan padanya Penyakit itu membuatnya menjadi orang buangan dari masyarakat. Hansen adalah salah satu penyakit tertua yang dikenal, dengan beberapa catatan pertama yang menuliskan hal itu kira-kira 600 tahun sebelum zaman Kristus.
   Gerhard Henrik Armauer Hansen, seorang dokter berkebangsaan Nurwegia, pertama kali menggambarkan bakteri Myeobacterium leprae yang menyebabkan penyakit itu. Bakteri ini sekarang dengan saksama dipelajari. Ada 3.268.203 pasangan dasar DNA telah diurutkan, dan sekarang kita memiliki antibiotik yang andal untuk menyembuhkan penyakit itu. Bila dibiarkan tanpa diobati, bakteri itu menyebabkan kerusakan saraf yang akhirnya menghasilkan cacat yang mengerikan. 
     Sementara itu, vitiligo yang mengubah kulit menjadi bercak putih, sekitar 2 persen darinya cukup berbahaya kecuali untuk kecacatan yang sejalan dengan itu. Ingatlah, bagaimanakah masyarakat kuno memperlakukan pendeta penyakit kusta dalam cerita-cerita Alkitab? Orang dengan kulit bercak putih dicela bahkan hingga hari ini. Jadi apakah pelajarannya? Yesus bersedia untuk menyembuhkan setiap penyakit. Dia mengulurkan tangan-Nya dan menjamah kita dengan kekuatan cinta-Nya yang menyembuhkan masalah medis di dunia kita yang jatuh ini, menyembuhkan penderitaan mental atas setiap celaan, dan bahkan membebaskan kita dari keinginan untuk melanggar hukum-Nya.
       Tuhan Yesus, apakah Engkau masih mau menjamah semua penyakit dalam hidup saya dan membuat saya bersih? Apakah jamahan penyembuhan-Mu masih bisa datang dengan segera? Tuhan, saya percaya! Tolonglah saya agar terlepas dari
ketidakpercayaan saya.
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan