Permulaan

  "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 'Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya" (lbrani 1:1-5).

    Saya menduga Anda menikmati awal yang baru sama seperti saya. Membajak kebun di musim semi, mengambil sepotong kertas kosong untuk menuliskan ide baru atau sketsa rencana baru, mengorganisasi semester baru rencana pelajaran, atau (seperti hari ini) berdiri di ambang tahun baru-semua adalah contoh awal baru yang memberi harapan, bercampur antisipasi, yang membawa kegembiraan dan harapan yang baru serta lebih baik. Karena kita diciptakan menurut gambar Allah, sebab itu Dia tentu turut menikmati awal baru itu. Saya dapat membayangkan kegembiraan dan harapan yang menggetarkan pikiran—Nya sementara Dia merancang dan kemudian menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya—membuat sesuatu dari yang tidak ada, sebagaimana hanya Allah yang dapat melakukannya. Dia menciptakan semua ini untuk kegembiraan—Nya (Wahyu 4:11). Sesuai peta—Nya, kita mendapatkan sukacita besar dengan mengeksplorasi dan mempelajari apa yang Dia telah buat. Hal ini menjadi kesenangan yang tidak pernah berakhir sampai kekekalan. Setiap renungan harian pada tahun ini, kita akan memuliakan Allah dengan menikmati cerita pendek dan penemuam-penemuan menarik tentang beberapa ciptaan Allah serta lingkungan sekitar kita. Sementara saya belajar dan  menulis, saya rasanya tak dapat berdiri karena kagum kepada Allah Pencipta. Saya mengundang Anda untuk bergabung bersama saya mengeksplorasi misteri dan keajaiban karya ciptaan-Nya. Dalam Kolose 1:15, 16 Rasul Paulus menggambarkan Yesus sebagai "Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." 
   Kemudian dalam napas yang sama (ayat 19 dan 20) Paulus menghubungkan penciptaan rekonsiliasi antara manusia dan Allah: "karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. Saya berdoa, ketika kita menjelajahi rincian penciptaan fisik, kita akan menyembah Dia yang menjadikan, Dia yang membayar dengan harga tertinggi, dan Dia yang sungguh indah dan menakjubkan.  Tuhan Yesus, terima kasih atas berkat awal yang baru. Saya meminta Engkau membuat hati saya baru dan memperbarui semangat yang benar dalam diri saya ketika saya memulai tahun baru ini. .

Apabila saudara ingin berbagi pengalaman/cerita sebelum masuk dan sesudah masuk ke dalam kebenaran Advent, kirim saja ke email : gmahkairbersih@gmail.com maka beberapa menit kemudian cerita/pengalaman saudara akan di publikasikan, Tuhan Memberkati.
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan