Bioluminescence

"Di manakah jalan ke tempat kedimman terang, dan di manakah tempat tinggal kegelapan (Ayub 38:19)."

    Aduh! Bola lampunya masih panas!" Lampu manyala panas karena sedikit energi yang gunakan untuk manghasilkan cahaya. Sebagian besar itu akan terbuang sabagai panas yang dapat membakar jari. Ketika sel hidup membuat cahaya, proses ini hampir 100 persan efesien, Bila tidak ada panas yang terbuang, kita menyebutnya cahaya dingin. Kunang-kunang (dan ratusan bentuk kehidupan lain) membuat cahaya dingin. Panas akan manghancurkan sel—sel hidup, jadi jika kunang-kunang membuat cahaya, itu harus dari jenis cahaya--dingin. Kita menyambut cahaya itu sel-sel hidup yang menghasilkan bioluminescence
     Jadi bagaimana kunang-kunang membuat cahayanya? Bagaimanakah caranya supaya cahaya kunang-kunang tetap ada? Bioluminescence yang ada pada kunang-kunang memerlukan reaksi dalam pigmen biologi yang relatif sederhana yang dtsabut luciferin. Luciferin memiliki dua bentuk yang tegang bentuk enargik berlabel oxyluciferin atau yang dalam bentuk fleksibel luciferin sedarhana. Enzim luciferase meggunakan energi sel kimia untuk manjajalkan oksigen ke dalam luciferin, membuat oxyluciferin berenergi. kemudian oxyluciferin mangendap kembali kapada kaadaan semula, memberikan energi yang tersimpan sebagai foton cahaya. Sebenarnya luciferin adalah nama pigman biologi yang diberikan kepada setiap anggota keluarga hewan penghasil cahaya. Berbagai bentuk pigmen yang terjadi dalam hewan panghasil cahaya adalah bentuk kehidupan mulai dari bakteri, ikan, dan jamur. 
    Beberapa Ilmuwan percaya bahwa semua sel yang manghasilkan bioluminescence adalah dari satu jenis atau yang lain. Meskipun memiliki bebarapa luciferin, telah dipelajari dengan intensif selama sekitar tujuh dekade, hanya sangat sedikit yang tahu bagaimana rnakhtuk itu membuat hal—hal yang ajaib. 
  Kita masih memiliki banyak yang perlu dipelajari. tetapi tidak mengetahui bagaimana organisme menghasilkan luciferin, menghentikan kita membuat luciferin tituan dan manggunakannya dalam banyak cara kreatif sebagi contoh, kita dapat menggunakannya untuk mandeteksi keberadaan darah di tempat kejadian kecelakaan, mendeteksi kanker pada organ, atau mandateksi bakteri patogen dalam makanan. Dalam setiap kasus, bila tes itu positif maka itu akan bersinar dalam gelap. Marilah kita merenungkan hal itu, manyinarkan terang kebanaran adalah tugas kita dalam dunia yang gelap ini. 
    Ketika kita membiarkan cahaya kita bersinar, itu membawa kemuliaan bagi A1lah,.bagi wajah—Nya yang adalah sumbar utama bioluminescence di alam semesta. Harapan terbesar saya adalah untuk melihat cahaya yang barsinar dari wajah-Nya. 
Tuhan, buatlah wajah-Mu bersinar kepada saya dam kasihanilah saya hari ini. Kemudian orang benar akan barsinar seperti matahari di kerajaan Bapa.
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan