Hikmat Berseru-seru

Bacalah Amsal 8:1-21. Menurut ayat-ayat ini, apakah nilai hikmat?
   Hikmat begitu penting sehingga itu harus menjangkau setiap orang. Allah menciptakan semua kehidupan manusia, dan Kristus mati bagi masing-masing kita. Jadi hikmat, pengetahuan akan Allah dan keselamatan yang Ia tawarkan, adalah bagi setiap umat manusia. 
   Lihat kepada kata—kata yang digunakan untuk menggambarkan kehadiran suara dari hikmat: "Berseru-seru," "mengangkat suaranya," "memanggil," "menyuarakan," "berbicara," "membuka... bibir," "mulut," "bibir," "kata-kata." Bagaimana pun seseorang memahami metafora ini, yang jelas bahwa hikmat akan dikomunikasikan didengar oleh semua yang akan mendengarkan. Bagaimana pun juga, sebagaimana kita lihat pekan lalu, apa yang hikmat kata-kata adalah persoalan hidup dan mati. 
    Delapan kali hikmat berbicara tentang kebenaran kata—katanya. Gambaran dari hikmat di sini cukup menarik, sejajar dengan gambaran Tuhan dalam Ulangan 32:4. Kesejajaran ini, tentu saja, seharusnya tidak mengejutkan, karena Allah, sebagai Pencipta segala sesuatu (lihat Yoh. 1 :1-3), adalah dasar seluruh kebenaran.

Bacalah Amsal 8:10,11. Apakah yang ayat-ayat ini katakan tentang hikmat?

Begitu banyak orang yang hidup, dan sebagian sudah meninggal, dalam ketidaktahuan, kebodohan, dan kegelapan. Banyak yang hidup tanpa pengharapan sama sekali atau dengan pengharapan yang salah. Apa yang membuat keadaan yang menyedihkan ini lebih menyentuh lagi adalah bahwa hikmat dan kebenaran yang begitu indah, penuh dengan pengharapan dan janji untuk kehidupan yang lebih baik sekarang dan kepastian kehidupan kekal di bumi dan langit yang baru, semua berkat pengorbanan Yesus. Semua kekayaan di dunia ini tidak berani apa—apa (lihat Pkh. 2:I]—I3) dibandingkan kepada pengetahuan akan Allah.
  Bacalah Matius 16:26 dan tanyalah diri Anda sendiri seberapa baikkah hidup Anda mencerminkan kebenaran penting dari perkataan-perkataanbtersebut?
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan