Berbagi Hadiah

"Jika engkau Aku! bersama-sama dengan kami, maka kebaikan yang akan dilakukan TUHAN kepada kami akan kami lakukan juga kepadamu" (Bilangan 10:32).

    Suatu pagi di tempat makan burung kami, saya melihat induk burung pelatuk berbulu halus memberi makan salah satu dari anak-anaknya. Sama seperti beberapa anak jantan lainnya, anak burung itu jelas lebih besar daripada induknya dan kurang rajin. Induk burung yang kurus, dengan terburu-buru mematuk berulang kali pada potongan daging yang besar, untuk mengumpulkan lemak sapi kaya energi hingga paruhnya penuh. Kemudian, beralih kepada anak-anaknya yang gemuk, ia mulai memberi makan mereka. Berulang kali, memotong-motong makanan menjadi beberapa inci lalu memasukkan ke paruh terbuka anak-anaknya yang masih berbulu halus. 
    Anak-anak burung itu terlalu malas atau belum berpengalaman seperti induknya yang bersama anak-anaknya itu. Selama beberapa hari, kejadian menarik yang berat sebelah ini terjadi-burung muda di dekat induknya dan mengemis makanan agar diletakkan tepat ke paruhnya yang menganga. Setelah beberapa hari, meskipun terus mengikuti induknya pada sumber makanan ke sumber makanan berikutnya, sekarang anak-anak burung itu makan bersama-sama. Gantinya makan bagi dirinya sandiri, seperti yang terjadi pada sebagian besar anggota spesies lainnya, induk burung itu menyambut anak-anaknya di sisinya dan memberikan makanannya sandiri bagi  anak-anaknya itu. 
       Dalam ayat kita hari ini, Musa mengundang kakak iparnya, Hobab, agar bersamanya ke Kanaan, hal itu menunjukan, seperti induk burung pelatuk, berbagi kebaikan apa saja yang Tuhan telah berikan kepada mereka. Anda lihat, sama seperti sebagian besar lemak pada tempat makan burung—lebih dari cukup untuk semua burung pelatuk berbulu halus di hutan sekitarnya-Allah menyediakan semua hal yang baik bagi anak-anak-Nya yang berjalan ke Kanaan. Karena berkelimpahan persediaan Allah, lebih dari cukup bagi semua orang. Saya putuskan bahwa saya akan nengikuti keteladanan Musa lalu mengundang dan mendorong lebih banyak teman-teman dan kerabat saya agar pergi bersama saya ke surga, di mana akan tersedia hadiah yang tak terbatas dari Tuhan. Dan ketika berbagi karunia-karunia ini, maka kita tidak akan kekurangan sukacita, karena sumbernya tidak ada habis-habisnya. 
      Tuhan, kadang-kadang berbagi itu tampak sulit bagi saya sampai saya berhenti untuk menyendiri bahwa Engkau adalah Pemberi setiap karunia yang baik dan sempurna. Bukalah mata saya hari ini sehingga saya dapat melihat keperluan orang lain, dan kemudian berikanlah kepada saya hati yang lembut sehingga saya suka untuk membagikan karunia yang Engkau limpahkan kepada saya.
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan