Pendalaman: Baca buku Ellen G. White, "Standar Moral," hlm. 311-323, dalam Membina Keluarga Bahagia; “Berhubungan dengan Orang Lain," hlm. 472-484, dalam Hidup yang Terbaik; "Pelajaran Praktis Lainnya," hlm. 101- 108, dalam Membina Pendidikan Sejati. "Pelajar Alkitab harus diajar untuk mendekatinya di dalam semangat seorang pelajar. Kita menyelidiki halaman-halamannya bukan untuk bukti mempertahankan pendapat kita, tetapi supaya mengetahui apa yang dikatakan Allah ....
"Satu sebab utama dari ketidakrapian mental dan kelemahan moral adalah kekurangan konsentrasi untuk tujuan yang pantas .... Dengan bahan-bahan cetakan yang tak terhitung banyaknya terus menerus dikeluarkan dari percetakan, orangtua dan muda membentuk kebiasaan membaca dengan terburu-buru dan dangkal, dan ingatan kehilangan kuasa pikiran yang kokoh dan teratur."—Ellen G. White, Membina Pendidikan Sejati, hlm. l75. 
   "Tempat yang semut bangun bagi mereka menunjukkan keterampilan dan ketekunan. Hanya satu bulir gandum kecil di satu waktu mereka dapat tangani, namun oleh kerajinan dan ketekunan mereka mencapai keajaiban. "Salomo menunjuk kepada ketekunan semut sebagai pendekatan kepada mereka yang menyia-nyiakan waktu mereka dalam kemalasan atau dalam praktik-praktik yang merusak jiwa dan tubuh. Seekor semut bersiap—siap menghadapi musim mendatang; tetapi banyak yang berbakat dengan kekuatan penalaran tetapi gagal bersedia untuk kehidupan kekal masa mendatang."—Ellen G. White, Counsels to Parents, Teachers, and Students, hlm. l90. 
Pertanyaan—pertanyaan untuk Didiskusikan:

1. Dalamilah lebih lanjut ide tentang bagaimana kita bisa menolong orang lain, bahkan dengan biaya pribadi kita. Bagaimanakah kita melihat apa yang pelajaran pekan ini ajarkan dibandingkan kepada ayat ini: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yoh. 15:13, NKJV)?

2. Apakah pelajaran lainnya yang bisa kita ambil dari dunia alam yang bisa kita terapkan kepada kehidupan kita sendiri? Mengingat, bagaimana pun juga, bahwa dunia telah jatuh, mengapakah kita harus berhati-hati dalam pelajaran-pelajaran yang kita dapatkan?

3. Bacalah seluruh tujuh kekejian dalam Amsal 6:16-19. Mengapakah Anda berpikir bahwa keinginan-keinginan dianggap begitu buruk di mata Allah?

2 komentar :

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan