Tindakan Kebaikan yang Acak

"Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya" (Amsal 19:22).

Baru-baru ini saya dan istri saya mengendarai sepeda motor untuk merayakan hari istimewa, pada malam musim panas yang hangat. Itu bukan peristiwa besar, tapi itulah caranya-meluangkan waktu bersama-Sama dan menikmati persahabatan kami. Perjalanan singkat melalui kebun-kebun yang indah dan kebun anggur beraromatik lalu makan bersama di salah satu rumah makan favorit di desa kecil kami. Di sudut belakang dekat kasir, terdapat beberapa pasang gelas dalam lemari es berisi sajian berbagai pilihan rasa... Anda dapat menebaknya... es krim. Saat kami melangkah masuk, kerumunan orang berkumpul di sekitar lemari es-satu hal yang tidak biasa pada rumah makan kecil ini. Meja kosong- karena memang bukan jam makan.

Salah seorang dari kerumunan itu melihat kami masuk dan dengan berani bertanya, apakah kami datang untuk menikmati es krim. Saya menjawab ya, tapi kami tidak terburu-buru. Karena kami bisa saja kembali lagi nanti. Dia pasti pemimpin mereka, karena dia memohon agar kami segera memesan. Jadi, setelah beberapa kali dia memohon, maka kami pun segera memesan dan melangkah menuju kasir untuk membayar pesanan kami. Tapi kemudian ia memerintahkan kasir untuk tidak menerima uang kami. Sekali lagi dia memberitahukan bahwa pesanan kami sedang dipersiapkan. Siapakah dia sebenarnya? Benar-benar asing. Kami berterima kasih padanya, lalu kami bergegas mencari tempat duduk di tempat teduh berangin untuk menghabiskan es krim sebelum meleleh. Itu adalah tindakan kebaikan yang acak yang olehnya kami berterimakasih kepada si pemberi.

Pada waktu yang lain, kami berada di sebuah kota yang jauh dari keluarga, menikmati makanan di sebuah restoran. Seseorang pasti telah mendengar percakapan kami yang mengasyikkan, karena ketika kami meminta nota pembayaran makanan, pelayan memberitahu kami bahwa seseorang pelanggang yang lain sudah membayar seluruh tagihan kami, dengan mengekspresikan sukacita saat berinteraksi dengan kami. Kami boleh pergi. “Yah, siapakah itu?” tanya saya. “Apakah dia masih di sini? Bisakah kami berterima kasih kepada dia?” Yang kami dapatkan adalah bahu yang diangkat dan kepala yang digoyang. Tindakan kebaikan acak yang lain dari dermawan yang tidak dikenal.

Menjadi penerima hal seperti itu adalah berkat tak terduga, menyenangkan, mengingat bahwa banyak orang baik yang hidup di dunia kita. Tapi, sebagaimana Kitab Suci katakan, lebih berbahagia memberi daripada menerima. Dan karena saya bersukacita dalam berkat itu, saya mempraktikkan tindakan kebaikan-kebaikan acak itu. Membersihkan salju jalan tetangga saat mereka masih tidur, memotong rumput halaman seseorang tanpa sepengetahuannya, menyapu halaman mereka saat mereka pergi pada akhir pekan... ada ribuan cara untuk memberkati dan diberkati. Cobalah hari ini.

Yesus saya yang baik dan penuh kasih, berikanlah saya ide hari ini cara yang bisa memberkati orang lain.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan