Saat Kelaparan

"Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah" (Kejadian 25: 30).


     Panas, berkeringat, haus, dan sangat lapar karena perjalanan yang panjang dengan membawa rusa dewasa hasil buruan. Esau terhuyung-huyung ke rumah, kelelahan dan mudah marah. Hal ini tidak mengherankan. Gula darahnya berada di bawah normal. Pusat kelaparan di hipotalamus otaknya berteriak. Beri saya makan. Mari dapatkan bebarapa makanan di sini dan cepat.
     Anda tahu perasaan itu, bukan? Perut menggeram kesakitan dan kontraksi, Anda lemah dan kesal karena perlu makan. Jika Anda beruntung, Anda dapat duduk untuk makan dan menikmati makanan sampai Anda puas. Bahkan setelah beberapa dekade, penelitian dan ribuan karya ilmiah, kita masih harus banyak belajar tentang proses rumit kelaparan dan kenyang.
     Apa yang kita ketahui bahwa rasa lapar terjadi sebagian besar karena perut kosong dan berkontraksi. Kimia darah akan menunjukkan rendahnya tingkat nutrisi penting, seperti trigliserida, glukosa, dan asam amino. Banyak factor fisiologis dan psikologis yang memainkan peranan di sini. Mencium aroma makanan mendapatkan aroma air liur saliva mengalir. Lalu, saat makanan memasuki mulut molekul makanan tertentu masuk ke reseptor pada permukaan sel perasa, dan membuat otak tahu santapan yang datang. Pertolongan datang. Secara sederhana dengan mengunyah makanan itu mengirimkan sinyal ke otak yang memulai proses untuk memberitahu bahwa makanan dalam perjalanan. 
    Pencernaan yang baik harus berlangsung sebelum kimia darah naik ke normal, sehingga faktor-faktor lain memberitahu Anda bahwa kebutuhan Anda telah dipuaskan selama waktu jeda. Itulah sebabnya mengapa perengangan reseptor di dalam perut mulai terjadi bila perut sudah penuh. Jika reseptor bekerja cukup baik, maka reseptor itu mencegah rasa lapar, dan untuk beberapa lama, makanan kelihatannya tidak menggoda seperti sebelumnya. Aroma makanan menjadi menarik. Dengan sinyal penting dari tanda berhenti ini, Anda keluar dan meja dan berkata, "Saya kenyang dan tidak bisa makan lagi."
     Makan terlalu cepat membuat kita tidak memperhatikan tanda berhenti sehingga kita bisa makan terlalu banyak, itulah salah satu penyebab obesitas. Tanda berhenti yang tidak berfungsi dengan baik atau sama sekali tidak berfungsi memerlukan terapi psikologis dan fisiologis.

      Tuhan, terima kasih untuk sistem sensor kimia terpadu, merengangkan reseptor, dan perangkat control yang membantu saya tetap cukup makan. Biarlah saya menggunakannya untuk menghormati dan memuliakan Engkau.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan