Kedatangan Yesus 

        SABAT PETANG UNTUK PELAJARAN PEKAN INI, BACALAH: LUKAS 1:2, 3; 2 TIM. 3:16; LUKA5 1:5-22; UL. 18:15; LUKAS 2:9-12, 25-32. AYAT HAFALAN: "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Lukas 1:37). Injil Lukas ditulis terutama kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Lukas sendiri adalah seorang bukan Yahudi (tersirat dalam konteks Kolose 4:10-l4), seperti Teofilus, kepada siapa Injil ini ditujukan. Selain sebagai seorang dokter, Lukas adalah seorang sejarawan yang cermat. 
      Dalam memperkenalkan Injil, Lukas menempatkan Yesus dalam sejarah yang sebenarnya, yaitu, ia menempatkan kisah tersebut dalam konteks historis di zaman-nya: Herodes adalah raja Yudea (Lukas 1:5), Agustus memerintah atas Kekaisaran Romawi (Lukas 2: I), dan seorang imam bernama Zakharia sedang menjalankan giliran tugasnya di Bait Allah di Yerusalem (Lukas 1:5, 9). Dalam pasal 3, Lukas menyebutkan enam masa berkaitan dengan pelayanan Yohanes Pembaptis, pendahulu Yesus. Dengan demikian, Lukas menempatkan kisah Yesus dalam sejarah orang-orang yang nyata, waktu yang nyata untuk menepis setiap ide mitos dengan dongengnya. Pembacanya harus berdiri dengan kagum dan takjub pada kenyataan bahwa Yesus adalah nyata dan bahwa melalui Dia Allah memasuki sejarah bersama “Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan” (Lukas 2:11).
*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 4 April.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan