Berburu Morel

"Jika engkau mencari Dia,maka Ia berkenan olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya" (1 Tawarikh 28:9).

     Saya ingat asyiknya pertama kali mencari jamur morel di tepi halaman rumah kami pada suatu pagi di musim semi. Lalu saya melihat yang lain, dan yang lainnya. Cepat-cepat saya mengambil dua genggam penuh, membawanya ke dalam rumah, mengiris, mencuci dan meniriskannya, menumisnya pakai mentega, dan menikmatinya sebagai sarapan bersama roti Prancis dan buah. Makanannya yang begitu lezat. Jika Anda sudah berburu jamur morel dan memakannya. Anda tahu kelezatan yang saya bicarakan.
     Morchella esculenta adalah jamur morel kuning, dan Morchella elata adalah yang bewarna hitam, abu-abu, yang merupakan jamur paling lezat yang Dapat Anda bayangkan. Jamur ini benar-benar berongga, memiliki topi yang berbintik-bintik. Tepat di bawah topinya langsung menempel ke batang mulus dan berongga. Jamur pinus atau jamur spons atau bahkan jamur sarang lebah adalah beberapa nama umum untuk morel, dan untuk alasan yang baik maka nama itu cocok. Penampilannya yang begitu khas akan dapat menolong Anda agar tidak salah mengenalinya. 
     Jika Anda tidak biasa berburu dan memakan jamur liar, maka yang terbaik adalah memeriksanya dengan sangat berhati-hati hingga secarapasti di yakini aman, sebab jamur morel palsu dapat meracuni orang yang tidak berwaspada. Jamur morel biasanya muncul pada awal musim semi ketika suhu siang hari di antara 60 dan 70 derajat, malam hari suhu tidak lebih rendah dari 45, suhu tanah naik hingga di atas 50, dan tanah memiliki kelembapan sedang. Pemburu morel yang berpengalaman memiliki insting untuk kondisi benar. Mereka biasanya masuk ke dalam hutan dan menggunakan banyak waktu tidak mencarinya. 
     Kemudian para pemburu jamur morel ini akan muncul dengan membawa sekantong besar morel-morel indah. Mungkinkah kesuksesan para pemburu morel karena terus-menerus melakukannya, tidak menyerah, dan lebih gigih dari yang biasanya? Dan mungkinkah pencarian kita kepada Allah menuntut tekad sungguh-sungguh dan semangat lebih tinggi? Mungkinkah kita merasakan pentingnya memiliki waktu yang berkualitas bersama sang Pencipta dan Juruselamat kita? "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya" (Mazmur 34:9). 
     Tuhan, berikan saya rasa lapar yang kuat untuk berhubungan kepada-Mu. Saya memilih untuk mencari Engkau dengan segenap hati saya, karena Engkau terlah berjanji bahwa Engkau dapat ditemukan. Biarlah saya terus mencari-Mu.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan