Kutu Daun (Bagian I): Mencari

"Sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia" (Muzmur 34:10)

     Meskipun mungkin sulit untuk dipercaya, beberapa orang benar-benar menyukai kutu daun. Namun, kebanyakan orang menganggap kutu daun sebagai hama yang menyebarkan penyakit tanaman dan mengisap kehidupan tanaman yang mereka pupuk dengan sangat hati-hati di kebun mereka. Kebanyakan kutu daun kecil adalah serangga bertubuh lunak yang hanya memikirkan dirinya sendiri malam dan berkembang biak dengan begitu cepat sehingga banyak anak kutu yang menetas tapi sudah hamil. Namun kita akan mempelajarinya lain waktu, Hari ini kita ingin memeriksa bagaimana kutu daun makan. Kutu daun memiliki tabung pengisi mikroskopis yang disebut stilet. 
     Stilet bukan hanya tabung tajam sederhana seperti jarum suntik. Agaknya tabung yang rumit ini memiliki katup sehingga dapat menyuntikkan air liur melalui satu tabung dan mengambil sari makanan dari tanaman melalui saluran yang lain. Kutu daun menusuk bagian lunak tanaman dan mengisi tabung itu melalui banyak lapisan sel, mencicipi isi setiap sel sampai kutu itu menemukan yang dicari. Para ilmuwan telah menemukan bahwa kutu daun memiliki hampir 100 sel pada tubuh kecilnya yang digunakan untuk mengecap-menguji isi sel. Yang dicari kutu daun adalah sel saringan dari jalur floem tanaman. Floem adalah sel tanaman yang sangat khusus untuk membawa cairan kaya gula bertekanan tinggi dari sel fotosintesis tanaman ke tempat-tempat dimana akan digunakan atau disimpan. 
     Jadi kutu berusaha untuk memasuki jalur pasokan energi yang kaya pada tanaman. Serangga menghabiskan banyak waktu mencari sel-sel tersebut, karena sel-sel itu tidak banyak. Floem memasok jalur sel penyaring, memiliki mekanisme perlindungan bawaan untuk mencegah kebocoran. Ketika sel saringan akan tertusuk atau dipotong, penurunan tekanan memicu molekul tanaman berkembang dan menyumbat sehingga hal-hal yang baik tidak akan bocor keluar. Kutu daun memiliki katup stilet makanan yang mencegah penurunan tekanan yang akan memicu penyumbatan. jadi ketika kutu daun akhirnya menemukan sel saringan khusus dan penguji rasa untuk memastikan bahwa stiletnya berada di tempat yang tepat maka kutu daun akan pertama kali menyuntikkan beberapa tetes kecil air liurnya yang kaya bahan kimia untuk mencegah penyumbatan. Sekarang kutu daun bisa membuka katup dan tekanan dalam sel tanaman dengan paksa memberi kutu daun itu kehidupan-dengan memberikan cairan.
Tuhan, saya memilih untuk fokus dan rajin mencari Engkau dan Firman-Mu yang memberi hidup sebagai mana kutu terhadap energi yang manis-yang kaya cairan floem.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan