Kemenyan

“Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa” (2 Korintus 2:15).

    Saya mengingat dengan jelas ketika masih muda saya mengunjungi Aden kemudian Yaman, kota yang berdebu di ujung selatan semenanjung Arabia. Tidak jauh ke selatan, di seberang Teluk Aden, Somalia menyusuri pantai, melapisi tanduk Afrika pada jalur yang sempit. Dari Aden, selanjutnya perjalanan utara dan timur sepanjang pantai semenanjung Arab ke wilayah Dhofar Oman. Hujan sedikit turun di negara-negara gurun kering yang berbatasan dengan Teluk Aden. Tanaman pada umumnya berjuang agar bertahan hidup, mengambil keuntungan dari musim hujan singkat untuk mengeluarkan beberapa bunga dan tumbuh cukup tinggi sehingga bisa bertahan selama musim panas dan kering.

    Jurang berbatu kering calcarious membuat beberapa tanaman dapat tumbuh. Tapi seperti mencabut akar di tanah kering, pohon degil bernama Boswellia sacra ekes bertahan walau tersiksa di permukaan yang panas terik di ketiga daerah yang berbatasan dengan jurang tersebut. Pohon itu memiliki daun majemuk dan bunga kuning kecil. Memotong daunnya akan menghasilkan getah karet putih seperti susu putih. Tetapi memotong atau mengikis kulitnya yang tipis seperti kertas di batang, dan cairan getah mengental yang dapat dimakan akan keluar seperti tetesan air di gurun yang panas sehingga cepat mengering. Getah ini sangat beraroma sehingga harganya sangat mahal dan dibuat sebagai bahan untuk dupa atau untuk berbagai obat rakyat. Dijual dan disimpan di seluruh dunia sebagai kemenyan, seseorang dapat membakar getah itu untuk membunuh kuman, mangusir nyamuk, atau menciptakan suasana dalam penyembahan. Dikunyah seperti permen karet atau digosok seperti minyak, orang telah menggunakan kemenyan selama ribuan tahun untuk menyembuhkan segala macam penyakit mulai dari arthritis hingga masalah pencernaan.

    Orang Majus dari Timur menempuh perjalanan yang jauh untuk melihat bayi Yesus dan menyembah Dia, mempersembahkan kepada Dia hadiah mahal yaitu emas, kemenyan, dan mur. Tuhan memerintahkan Musa untuk mempersiapkan resep rempah-rempah, getah damar, onika, galbanum, dan kemenyan murni untuk membuat dupa yang secara khusus digunakan dalam Bait Suci. Kemenyan yang berharga, hadiah khusus dihasilkan Boswellia sacra, yang dipersembahkan pohon kecil yang hidup dalam keadaan sulit, adalah salah satu unsur utama dalam dupa suci, dibuat sesuai dengan resep turun temurun oleh Allah sendiri, dengan ketentuan tertentu dalam penggunaannya bagi kepentingan pribadi.

     Tuhan, kadang-kadang saya marah saat dalam keadaan sulit dan sukar. Apakah hidup saya menghasilkan parfum wangi yang kudus dan khusus untuk-MU? Terima kasih atas dorongan dari Boswellia.

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan