Tempat Tersembunyi

  “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah” (Kolose 3:2, 3).


     Kita membicarakan tentang tersembunyi. Saya tidak akan pernah lupakan ketika saya meletakkan seekor ular Copperhead Amerika jantan yang sudah dewasa ke dalam kaca terarium kecil sehingga kami bisa dengan aman menempatkannya pada pameran di Departemen Biologi selama beberapa minggu. Kandang kecil dengan bagian atas ditutupi layar ketat, berukuran hanya sekitar satu kaki kubik dan memiliki lapisan tipis yang menutupi hingga bagian bawah kaca untuk membuat ular itu lebih merasa seperti di rumah. Sekitar satu jam kemudian saya memeriksa pada celah lubang, tapi ular itu tak ditemukan.
     Untung saja saya menyimpan terarium itu dalam sebuah lemari kaca. Pintu lemari kaca masih tertutup. Layar penutupnya masih ketat, tetapi tidak ada ular! Bagaimana ular itu bisa keluar? Copperheads memiliki gigitan berbisa dan menjadi agresif ketika merasa terancam, jadi saya tidak ingin lengah dengan melampiaskan kecurigaan kepada mahasiswa atau rekan dosen. Saya harus menemukannya, dan yang saya tahu ular itu seharusnya berada dalam terarium kaca kecil itu. Tetapi di mana? Inci demi inci saya perhatikan secara cermat dan teliti setiap daun kering pada permukaan kandang terarium. Semuanya tampak seperti normal bagi saya. Kemudian, setelah satu atau dua menit pencarian, nah... dia ada, tampaknya memperhatikan saya yang sedang mencari dia. Sebagian besar tubuhnya yang gemuk bergeliat di bawah daun, tetapi kepala dan lehernya masih terlihat, dan ia waspada terhadap apa pun yang mungkin menyakitinya.

     Masih terngiang di dalam pikiran agar selalu menjaga langkah kaki Anda saat berjalan di hutan. Karena sewaktu-waktu ular hampir mustahil terlihat, bahkan ketika kita tahu di mana dia berada. Selama beberapa minggu kami semua berusaha selalu memerhatikan ular itu setiap kali kami melintasi lemari kaca. Setiap saat, butuh usaha ekstra untuk mengamatinya. Namun, bilamana ular itu berada di sana walau tersembunyi, maka kami merasa tenang. Untungnya bagi para pendaki, ular copperheads pemalu dan akan menyelinap keluar dari bahaya ketika manusia mendekat. Tampaknya ular memiliki ketakutan yang sama seperti kita.

     Tersembunyi di dalam Kristus adalah tempat bersembunyi yang terbaik dan membuat kita benar-benar jauh dari bahaya. Iblis si ular tua, Setan-tidak memiliki kuasa atas kita. Tidak perduli berapa lama dia mencari kita, kita aman karena dikelilingi dalam kasih Allah yang menaungi kita.


     Tuhan, terima kasih karena melindungi dan mengelilingi saya dengan nyanyian kelepasan yang menenangkan. Bantulah saya untuk tetap aman tersembunyi di dalam-Mu.
 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan