Pendalaman

      "Roh gosip dan penyebar fitnah adalah salah satu agen—agen khusus Setan untuk menabur perselisihan dan percekcokan, memisahkan sahabat, dan melemahkan iman banyak orang dalam keadaan yang sebenarnya dari kondisi kita. Saudara dan saudari terlalu siap untuk berbicara tentang kekurangan dan kesalahan yang mereka pikir ada pada orang lain, dan khususnya pada mereka yang telah memikul tanpa dapat diingkari pekabaran teguran dan amaran yang diberikan Allah kepada mereka "--Ellen G. White, testimonis_,for the church, jld. 4, hlm. 195.
 
      "Anak-anak pengeluh-pengeluh ini mendengarkan dengan telinga yang mereka buka dan menerima racun ketidakpuasan. Maka Orangtua dengan membabibuta menutup jalan melalui mana hati anak-anak mereka dapat dijangkau. Berapa banyak kaluarga membumbui jam makan sehari—hari mereka dengan keraguan dan pertanyaan-pertanyaan. Mereka membedah karakter teman—teman mereka, dan menghidangkannya sebagai pencuci mulut yang cantik. Sedikit Htnah yang berharga disuguhkan di sekitar papan pengumuman untuk dikomentari, bukan hanya oleh Orang dewasa, tatapi oleh anak—anak. Dalam hal ini Allah tidak dipermuliakan. Yesus berkata: Sesungguhnya sebagaimana engkau telah melakukannya kepada Salah satu dari yang paling hina ini, engkau telah melakukannya kepada-Ku.’ Oleh karena itu Kristus diremehkan dan dilecehkan oleh mereka yang memfitnah hamba-hamba-Nya."—hlm. 145. 
 

        Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:

 1. Selalu sulit ketika mereka yang Anda kasihi atau perhatikan menjadi berantakan. Dan begitu mudahkah mencoba menutupinya'? Bagaimanakah kita menemukan keseimbangan yang tepat dalam situasi-situasi seperti ini'? Tentu saja, kita perlu menunjukkan kasih karunia, sebagaimana kasih karunia telah tunjukkan kepada kita bagi kesalahan—kesalahan kita; itu sudah jelas. 'tetapi apakah kasih karunia selalu berarti, atau pernah, bahwa seseorang boleh berdosa dan kebebasan dari hukuman dan tidak menghadapi akibat-akibatnya? Lalu apakah pelajaran yang tepat untuk diambil dalam situasi seperii ini? 
 
2. Sebagaimana yang disampaikan pelajaran pekan ini, begitu banyaknya hal-hal dalam hidup ini sangat rumit dan memiliki banyak aspek. Jadi, hal—hal yang kebetulan kita anggap benar biasanya akan lebih rumit daripada yang kita seharusnya pahami. Bagaimanakah kita bisa belajar untuk berpikiran terbuka ketika saat yang sama tidak menjadi butuh tentang hal itu?
 
 3. Apakah cara-cara kita bisa berbohong walau tanpa menggunakan kata—kata? Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa———Triwulan 1 2015 83

0 komentar :

Post a Comment

 
RENUNGAN GMAHK © 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top
close
Banner iklan